Sri Wahyuni dari seorang perawat menjadi Wakil Ketua DPRD Jatim

Surabaya, MercuryFM- Senyum yang ramah yang selalu ditunjukkan, serta keramahan yang selalu terlihat dalam bertemu orang, itulan yang tergambar dalam sosok Wakil Ketua DPRD Jatim dari Fraksi Partai Demokrat, Sri Wahyuni S. Kep.

Sosok Wakil ketua DPRD Jatim asal daerah Pemilihan (Dapil) Bojonegoro -Tuban ini bisa dibilang luar biasa. Ibu tiga anak ini, memulai kariernya bukan dari gedung-gedung megah parlemen, melainkan dari lorong-lorong rumah sakit.

Selama 22 tahun, ia mengabdikan hidupnya sebagai perawat di RS Aisyiyah Bojonegoro, namun kini ia melangkah lebih jauh sebagai wakil rakyat di Provinsi Jawa Timur. Dan langsung dipercaya partai yang diketuai Emil Dardak di Jatim sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur periode 2024-2029.

Lahir di Bojonegoro pada 15 Agustus 1979, Yuni, sapaan akrabnya, tumbuh dari keluarga petani sederhana. Masa kecilnya tak jauh dari kehidupan desa di Sambiroto, tempat ia belajar tentang kerja keras dan keikhlasan.

Berawal dari cita-citanya sebagai perawat, Yuni melanjutkan pendidikan di Sekolah Perawat Kesehatan Bojonegoro, hingga akhirnya meraih gelar S1 dan NERS di STIKES Muhammadiyah Lamongan.

Namun, yang menarik dari perjalanan hidup Yuni adalah lompatan besar dari dunia kesehatan ke panggung politik.

“Selama bertahun-tahun saya melihat langsung tantangan di sektor kesehatan, dari antrean panjang di rumah sakit hingga masalah sistem rujukan. Ini yang mendorong saya untuk terjun ke politik, membawa perubahan nyata,” ujar Yuni saat ditemui, Jumat (04/10/24).

Didorong oleh dukungan keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat Bojonegoro, Yuni maju sebagai calon legislatif Partai Demokrat.

Tak disangka, suara masyarakat Bojonegoro-Tuban mengantarkannya bukan hanya ke kursi DPRD Jatim, tetapi juga dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD.

“Ini amanah besar, dan saya siap berjuang,” ucapnya penuh semangat.

Di DPRD Jatim, Yuni bertekad memperjuangkan hak-hak kesehatan masyarakat, sebuah bidang yang sangat dekat di hatinya.

“Saya ingin memastikan sistem rujukan berjalan lebih efisien, mengatasi antrean pasien di rumah sakit, dan memberikan perhatian lebih pada pelayanan kesehatan di daerah terpencil,” tegasnya. (ari)

 

 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist