KPPU Dorong Percepatan Pengembangan Jaringan Gas untuk Kurangi Subsidi LPG 3 Kg

Surabaya, MercuryFM – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terus mendorong optimalisasi penggunaan jaringan gas kota (jargas) sebagai langkah untuk mengurangi beban subsidi LPG 3 kg. Pada periode kelima KPPU, terdapat tiga sektor prioritas pengawasan, yakni energi (minyak dan gas), pasar digital, dan ketahanan pangan.

Kepala Kantor Wilayah IV KPPU, Dendy Rakhmad Sutrisno, menjelaskan bahwa dalam sektor energi, salah satu rekomendasi KPPU adalah mendorong pemerintah baru untuk mengalihkan subsidi LPG 3 kg menuju pengembangan jaringan gas kota. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi secara bertahap alokasi subsidi di wilayah yang memiliki akses jargas.

“KPPU memperkirakan realisasi pembangunan jaringan gas hanya akan mencapai 20% dari target yang ditetapkan dalam APBN hingga tahun 2024. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan solusi pengganti subsidi LPG, mengingat biaya distribusi LPG yang diproyeksikan mencapai Rp 830 triliun,” ungkap Dendy.

Kondisi Jaringan Gas di Jawa Timur

Berikut adalah data terkait kondisi jaringan gas di Jawa Timur yang diperoleh dari Kanwil IV KPPU:

• Potensi Gas Jawa Timur: Berdasarkan informasi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur, cadangan gas terbukti mencapai 2.983 miliar kaki kubik, dengan produksi rata-rata tahun 2024 sebesar 733 MMSCFD. Produksi ini diprediksi mengalami surplus sekitar 200 MMSCFD hingga tiga tahun mendatang.

• Penyediaan Jargas: Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, baru 12 wilayah yang memiliki jaringan gas, yakni Kabupaten Bojonegoro, Lamongan, Gresik, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, dan Kota Probolinggo. Namun, penetrasi jargas untuk rumah tangga masih minim. Dari total 4.795.963 kepala keluarga (KK) di 12 kabupaten/kota tersebut, baru 2,9% yang terlayani jaringan gas. Jika dibandingkan dengan jumlah KK di seluruh Jawa Timur, yang mencapai 13,72 juta KK, hanya 1,01% yang memanfaatkan jaringan gas.

• Perusahaan Penyedia Jargas: Penyediaan jaringan gas di wilayah Jawa Timur dikelola oleh PT Pertamina Gas Negara (PGN) dan PT Pertagas Niaga. PGN telah memasang 138.850 sambungan rumah tangga di 12 kabupaten/kota tersebut dengan tingkat utilisasi jaringan gas aktif sebesar 99,91%. Sementara, PT Pertagas Niaga hanya melayani 45.382 sambungan di dua wilayah, yaitu Sidoarjo dan Mojokerto.

• Konsumsi LPG 3 Kg: Data dari Dinas ESDM Jawa Timur menunjukkan bahwa konsumsi LPG 3 kg terus meningkat, dari 1,2 juta metrik ton (MT) pada tahun 2021 menjadi 1,39 juta MT pada tahun 2023. Pada triwulan II 2024, konsumsi sudah mencapai 685 ribu MT.

• Pembiayaan Pengembangan Jargas: Pengembangan jargas saat ini mengandalkan APBN dan PT Pertamina Gas Negara Tbk, sementara partisipasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan swasta masih terbatas karena beberapa faktor seperti regulasi, skala keekonomian, dan kepastian alokasi gas.

Dendy menutup dengan menyampaikan bahwa Jawa Timur perlu segera memaksimalkan pemanfaatan surplus gas melalui pengembangan jaringan gas, baik untuk rumah tangga maupun pelanggan kecil dan industri komersial.(dan)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist