Surabaya, MercuryFM – Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mendominasi pasar global, terutama melalui upaya hilirisasi nikel. Hal ini disampaikan oleh General Manager Permitting and Compliance PT Merdeka Copper Gold, Muhammad Toha, dalam acara Media Gathering di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/9/2024).
Menurut Toha, siapa pun yang menguasai sumber daya alam strategis, termasuk nikel, akan mampu menguasai pasar global. “Indonesia memiliki cadangan dan sumber daya bijih nikel terbesar di dunia, dengan porsi mencapai 23,7 persen dari total cadangan global, terutama berada di Maluku dan Sulawesi,” ungkapnya.
Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen bijih nikel terbesar di dunia dengan volume mencapai 560.000 ton Ni. Namun, Toha menekankan bahwa Indonesia perlu mempercepat upaya hilirisasi agar bisa memaksimalkan potensi nilai tambah dari sumber daya ini.
“Sejauh ini, hilirisasi nikel di Indonesia baru mencapai tahap midstream, atau tahap kedua dari empat tahap hilirisasi nikel, yaitu upstream, midstream, downstream, dan end industry,” jelas Toha.
Ia membandingkan upaya hilirisasi nikel Indonesia dengan Jepang, yang berhasil mengolah mineral kritis seperti nikel hingga tahap akhir atau end industry. Jepang mampu mengubah bahan baku menjadi produk-produk bernilai tinggi, seperti peralatan industri berbasis nikel, peralatan rumah tangga, peralatan medis, super electromotor, consumer electronics, jet engine, aeronautika, electric vehicle, hingga power storage.
“Itulah yang membuat Jepang menjadi negara industri maju, karena mereka berhasil mengolah bahan mentah menjadi produk yang mahal,” tutup Toha.
Upaya hilirisasi yang lebih lanjut akan memungkinkan Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga produsen barang-barang bernilai tambah tinggi yang berperan besar dalam ekonomi global.(dan)

