Cegah Anak Jadi Korban Bullying, Wanita LDII Jatim Himpun Puluhan Ribu Perempuan

Surabaya, MercuryFM – Perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan peran orang tua. Keluarga, komunitas, hingga kolaborasi lintas sektor perlu bergerak bersama untuk mencegah perundungan dan melindungi anak dari dampak negatif media sosial.

Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Wanita LDII Jawa Timur yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Sabilurrosyidin, Jalan Gayungan PTT Nomor 95, Surabaya, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang diikuti perempuan dari berbagai daerah di Jawa Timur tersebut mengusung penguatan ekosistem perlindungan anak. Seminar ini juga menjadi ruang untuk membangun komitmen bersama agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan mereka.

Ketua DPW LDII Jawa Timur Amrodji menegaskan, perlindungan dan pendidikan anak membutuhkan keterlibatan tiga pilar utama, yakni keluarga, komunitas, dan kolaborasi.

Menurutnya, persoalan pengasuhan anak tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada satu keluarga. Lingkungan sosial dan dukungan berbagai pihak turut menentukan tumbuh kembang anak.

“Ketika berbicara tentang ekosistem, berarti tidak berjalan sendirian. Ada tiga pilar yang penting, yaitu keluarga, komunitas, dan kolaborasi,” ujar Amrodji.

Ia berharap penguatan tiga pilar tersebut dapat membantu anak-anak di Jawa Timur tumbuh menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan zamannya, sekaligus tidak mudah terpengaruh berbagai dampak negatif di ruang digital.

Amrodji juga menyoroti pentingnya pendampingan anak dalam menggunakan media sosial. Selain memberikan manfaat, media sosial memiliki sisi negatif yang perlu diantisipasi, mulai dari penyebaran hoaks hingga berbagai konten yang tidak mendidik.

Libatkan 25 Ribu Perempuan, Cegah Anak Jadi Korban Perundungan

Anggota DPD RI Lia Istifhama menilai peran perempuan menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem perlindungan anak. Menurutnya, ibu memiliki posisi penting dalam membentuk lingkungan keluarga yang aman sekaligus menanamkan nilai-nilai positif kepada anak.

Ia menegaskan, upaya perlindungan harus memastikan anak tidak terjebak dalam lingkaran perundungan, baik sebagai korban maupun pelaku.

“Bagaimana agar anak-anak itu jauh dari perundungan, sehingga mereka tidak menjadi pelaku maupun korban,” ungkap Lia.

Lia juga mengapresiasi keterlibatan Wanita LDII Jawa Timur yang dinilainya mampu menghimpun kekuatan perempuan untuk membangun kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Menurutnya, komitmen tersebut semakin penting di tengah tantangan yang dihadapi Generasi Z dan Generasi Alpha. Perempuan tidak hanya berperan dalam pengasuhan di rumah, tetapi juga dapat menjadi penggerak edukasi dan perlindungan anak di lingkungan masyarakat.

Dalam seminar tersebut, partisipasi peserta secara hybrid disebut menembus 25.000 perempuan. Keterlibatan dalam skala besar itu menjadi modal untuk memperluas pesan perlindungan anak ke berbagai wilayah.

Lia berharap Wanita LDII terus menjadi teladan dalam membangun kepedulian bersama, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh dengan bekal karakter yang kuat dan lingkungan sosial yang lebih aman.

Tak Berhenti pada Seminar, LDII Siapkan Diklat Kader

Amrodji menegaskan, seminar tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. DPW LDII Jawa Timur menyiapkan tindak lanjut berupa pendidikan dan pelatihan (diklat) kader yang diharapkan dapat diperluas hingga tingkat DPD LDII kabupaten dan kota.

Ia menyebut pelaksanaan diklat direncanakan pada Desember 2026. Langkah ini diharapkan memperkuat kapasitas kader dalam menyampaikan edukasi dan menggerakkan kegiatan yang relevan di tengah masyarakat.

Selain itu, edukasi mengenai penggunaan smartphone juga terus disampaikan melalui pengajian di masing-masing Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pendidikan digital, terutama dalam mendampingi keluarga menghadapi perubahan perilaku dan tantangan anak di era teknologi.

Melalui seminar dan program lanjutan tersebut, Wanita LDII Jawa Timur mendorong perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya tugas ibu dan keluarga, melainkan gerakan kolektif yang melibatkan komunitas serta berbagai pemangku kepentingan agar anak-anak dapat tumbuh tanpa perundungan dan lebih terlindungi dari pengaruh negatif lingkungan. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist