SMK Lembeyan bermula dari keluhan anak-anak

Oleh: Karmini (Kader Perempuan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan)

Magetan, MercuryFM – Saya senang membaca kabar bahwa SMK Negeri Lembeyan direncanakan mulai menerima murid pada 2027. Jalan menuju sekolah mulai diperhatikan, begitu juga persiapan agar anak-anak bisa belajar di sana. Semoga semuanya selesai tepat waktu.

Kabar itu mengingatkan saya pada anak-anak Lembeyan yang dulu datang bercerita. Ketika saya masih menjadi anggota DPRD Magetan dari daerah pemilihan setempat, mereka mengatakan bahwa untuk mencari SMK negeri yang sesuai, mereka harus pergi sampai Ponorogo atau Wonogiri.

Jarak seperti itu membawa persoalan bagi keluarga. Orang tua perlu menyiapkan ongkos, sementara anak-anak harus menghabiskan waktu lebih lama di jalan. Mereka ingin punya pilihan sekolah yang lebih dekat dari rumah. Keluhan itulah yang saya dengar dan ikut saya suarakan.

Rekan saya, Pak Pangayoman, yang saat itu juga menjadi anggota DPRD Magetan, turut memperjuangkannya. Beliau membawa usulan SMK Lembeyan ke dalam visi dan misi pasangan Suprawoto–Nanik. Pak Pangayoman berada di Partai Demokrat, partai yang mengusung pasangan tersebut, sehingga ada jalan untuk membawa kebutuhan warga ke dalam rencana calon kepala daerah.

Pada masa itu, kebutuhan layanan kesehatan di wilayah pinggiran juga menjadi perhatian. Ada rencana rumah sakit tipe D di Lembeyan dan Panekan agar warga sekitar, termasuk Kartoharjo, lebih dekat dengan layanan kesehatan.

Untuk mewujudkan SMK negeri, usulan dari kabupaten perlu sampai ke provinsi. Pengelolaan SMK menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena itu, saya berkoordinasi dengan Komisi E DPRD Jatim. Pak Deni Wicaksono, wakil dari Dapil IX yang ketika itu menjadi anggota Komisi E, turut mengawal usulan ini. Komisi tersebut saat itu dipimpin Ibu Wara Sundari Renny Pramana dari PDI Perjuangan.

Pada Oktober 2020, kebutuhan SMK Negeri Lembeyan dibahas dalam kunjungan Komisi E DPRD Jatim. Saat itu disampaikan bahwa anak-anak dari wilayah Lembeyan banyak yang mencari sekolah ke Ponorogo dan Wonogiri. Anggota komisi dari partai lain juga menyatakan dukungan. Apa yang dulu diceritakan anak-anak kepada saya telah menjadi pembahasan di tingkat provinsi.

Pak Suprawoto kemudian mengupayakan kelanjutan rencana itu sebagai Bupati Magetan. Pemerintah kabupaten menyiapkan lahan dan bekerja bersama pemerintah provinsi. Pada 2021, SMK Lembeyan sudah disebut sebagai bagian dari rencana pembangunan daerah.

Perjalanannya memang panjang. Setelah ada usulan dan lahan, masih ada bangunan, guru, jurusan, serta berbagai persiapan sebelum sekolah dapat menerima murid. Sekarang akses jalan menuju sekolah pun perlu segera dibenahi. Saya menghargai perhatian pemerintah dan anggota DPRD yang mendorong pekerjaan tersebut.

Saya menceritakan awalnya agar kita ingat alasan sekolah ini diperjuangkan. Anak-anak Lembeyan ingin punya pilihan pendidikan yang dekat dari rumah. Keinginan mereka diteruskan oleh wakil rakyat di kabupaten, dibawa ke rencana pemerintah daerah, lalu dikawal sampai ke provinsi. Banyak pihak bekerja pada tahap yang berbeda.

Saya berharap PDI Perjuangan terus memberi perhatian sampai SMK Lembeyan benar-benar beroperasi. Saat ini Komisi E DPRD Jatim dipimpin Ibu Sri Untari Bisowarno dari PDI Perjuangan. Saya berharap beliau turut mengawal kesiapan sekolah, kebutuhan guru, pilihan jurusan, dan kepastian waktu pembukaannya.

Dukungan anggota DPRD Jatim dari Dapil IX, apa pun partainya, juga sangat berarti. Begitu pula kerja pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi. Jika semuanya bergerak bersama, persoalan yang masih tersisa bisa diselesaikan satu per satu.

Saya ingin suatu hari melihat anak-anak Lembeyan berangkat ke SMK negeri di daerahnya sendiri. Itulah harapan yang dahulu mereka sampaikan. Mudah-mudahan sebentar lagi menjadi kenyataan.(ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist