Surabaya, Kesetiaan kepada rakyat dan kerja nyata di akar rumput menjadi pesan utama dalam Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Surabaya Daerah Pemilihan (Dapil) 3 di Hotel Narita, Minggu (11/10/2026).
Konsolidasi organisasi ini menjadi momentum untuk mengingatkan kader agar tidak melupakan masyarakat yang menjadi bagian penting dari perjuangan partai.
Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armudji atau Cak Ji, meminta calon pengurus ranting menjadi ujung tombak partai yang tanggap terhadap persoalan warga. Menurutnya, kader harus hadir bukan sekadar untuk menjalankan agenda organisasi, melainkan juga mendengarkan keluhan dan membantu mencarikan solusi atas kesulitan masyarakat.
“Turun ke bawah, kita mendengar, kita melihat, kita membantu. Itulah yang diharapkan oleh Ibu Ketua Umum,” ujar Cak Ji dalam sambutannya saat membuka Musran PDIP Surabaya Dapil 3.
Ia mengingatkan, perilaku kader dan pejabat publik yang berasal dari PDI Perjuangan ikut memengaruhi penilaian masyarakat terhadap partai. Karena itu, kepedulian terhadap persoalan sosial, pendidikan, dan kebutuhan warga harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kalau kita berbuat baik, tanggapan pasti baik. Kalau kita berbuat tidak baik, maka akan menjadi cemoohan bagi masyarakat Kota Surabaya. Salah sedikit, yang menjadi taruhan adalah PDI Perjuangan,” tegasnya.
Cak Ji juga meminta kader mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan dan pendampingan masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa publikasi harus mencerminkan kerja nyata yang benar-benar bermanfaat bagi warga.
Menurutnya, konsolidasi partai tidak cukup hanya membangun kekompakan internal. Kader juga harus memperluas jaringan, bersinergi dengan pengurus anak cabang (PAC), serta menjaga komunikasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing.
Yordan: Kunci Kemenangan Ada pada Kedekatan dengan Rakyat
Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Yordan M. Bataragoa, yang turut hadir dalam Musran tersebut, juga menekankan pentingnya kader mendekati masyarakat.
“Pada intinya, kalau mau menang, kita harus turun ke bawah, harus mendekati masyarakat,” ujar Yordan.
Ia turut menyoroti penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi politik yang semakin penting. Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat tetap menjadi kunci, sementara media sosial dapat membantu memperluas jangkauan kegiatan dan pesan partai.
Setia Sampai Akhir, Jangan Lupakan Akar Perjuangan
Agenda Musran PDIP Surabaya Dapil 3 dipimpin Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya yang juga Ketua DPRD Surabaya, Saifuddin Zuhri. Dia juga menyampaikan pesan tentang kesetiaan kader. Politisi yang akrab disapa Ipuk itu mengingatkan bahwa perjalanan kader dimulai dari ranting dan melalui proses panjang dalam organisasi.
“Musyawarah ranting selalu menjadi awal perjuangan para kader dalam berproses. Dari ranting hingga ke cabang, bahkan paling tinggi sampai ke pusat. Itulah namanya proses,” tegasnya.
Ia menegaskan, proses tersebut harus membentuk kader yang militan, memahami perjuangan partai, dan tidak melupakan akar tempat mereka bertumbuh.
“Rakyat tahu mana yang selalu ada untuk mendampingi, memperjuangkan, dan membela haknya,” tegasnya.
Musran PDIP Surabaya Dapil 3 tersebut juga dihadiri Bendahara DPC PDIP Surabaya Agatha Retnosari. Forum ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat ranting.
Pesan yang mengemuka dalam Musran ini menegaskan bahwa kesetiaan kader tidak cukup ditunjukkan melalui keanggotaan atau jabatan organisasi. Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kepedulian, pendampingan, dan kerja nyata yang berkelanjutan. (lam)

