Surabaya, MercuryFM – Pembangunan di Jawa Timur tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan, melainkan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Penegasan ini dikatakan Ketua DPRD Jatim M.H Musyafak Rouf dalam sambutannya pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Jatim memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Senin (12/10/26).
“Peringatan hari jadi harus menjadi momentum untuk merefleksikan capaian, mengevaluasi tantangan, serta memperkuat komitmen bersama menyongsong masa depan, bukan sekadar seremoni tahunan,” ujarnya.
Musyafak juga mengingatkan kembali sejarah penetapan 12 Oktober sebagai Hari Jadi Jawa Timur berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2007. Momentum ini menjadi wahana untuk mengenang jasa Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo, Gubernur Jawa Timur pertama, beserta para pejuang pendahulu.
”Semangat juang, integritas, keberanian, serta keteladanan mereka harus terus menjiwai langkah kita dalam melanjutkan pembangunan Jawa Timur dengan penuh tanggung jawab,” ujar Musyafak.
Dalam Peringatan HUT ke- 81 Provinsi Jatim yang mengambil tema “Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan”, Musyafak menjelaskan, Jawa Timur yang unggul diwujudkan melalui optimalisasi potensi daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan daya saing ekonomi, serta inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Jawa Timur yang maju berkelanjutan berarti pembangunan tidak hanya berorientasi pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan menjamin kesejahteraan generasi mendatang,” jelas Musyafak.
Politisi PKB ini menyebut Jawa Timur merupakan tulang punggung perekonomian nasional sekaligus penopang ketahanan pangan Indonesia.
Potensi sektor pertanian, kelautan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga UMKM harus dikelola secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
“Sinergi antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya.
Musyafak menegaskan DPRD Jatim akan mengoptimalkan tiga fungsi utamanya, yakni pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan.
Ia memastikan alokasi APBD disusun berdasarkan prioritas kebutuhan masyarakat dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan.
“Kebijakan dan anggaran daerah harus membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, mengurangi kemiskinan, serta menjamin kesejahteraan petani dan nelayan,” ucap Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Surabaya ini.
Musyafak juga mengajak generasi muda meningkatkan kapasitas diri, menguasai teknologi, dan menjaga integritas sebagai penerus pembangunan Jawa Timur.
“Mari kita jaga persatuan dan keberagaman di Jawa Timur. Dengan semangat gotong royong dan toleransi, kita wujudkan Jawa Timur sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan sejahtera. Dirgahayu ke-81 Provinsi Jawa Timur!” pungkasnya. (ari)

