Surabaya, MercuryFM – Kapolrestabes Surabaya mengungkap dugaan sementara penyebab ledakan keras yang mengguncang kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya pada Selasa pagi (06/10/2026). Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ledakan diduga berasal dari kebocoran tabung LPG 50 kilogram.
Kapolrestabes Surabaya Kombes. Pol. Luthfie Sulistiawan mengatakan, tim Inafis Polrestabes Surabaya bersama Gegana Polda Jatim langsung melakukan olah TKP setelah insiden terjadi. Tim Jibom juga diterjunkan untuk memastikan tidak ada unsur bahan peledak di lokasi.
“Dari hasil olah TKP sementara, diduga ledakan berasal dari kebocoran tabung LPG 50 kg,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemeriksaan tim Jibom hingga sementara ini tidak menemukan kandungan atau indikasi bahan peledak di lokasi. Keterangan sejumlah saksi juga mengarah pada dugaan kebocoran LPG sebagai pemicu ledakan.
Insiden tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan di dua rumah sakit.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, dampak ledakan cukup luas. Sedikitnya 20 ruko terdampak, terdiri dari lima ruko mengalami kerusakan berat dan sekitar 15 ruko lainnya mengalami kerusakan.
“20 ruko terdampak akibat ledakan keras yang terjadi. Lima orang juga menjadi korban dan mengalami luka,” kata Hadi.
Selain bangunan, sejumlah kendaraan yang berada di sekitar ruko juga diduga terdampak. Namun, polisi masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah dan tingkat kerusakannya.
Hadi mengatakan, olah TKP melibatkan tim Inafis, Labfor, Jibom dari Sat Brimob, serta personel Polsek setempat. Polisi juga masih meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Seorang saksi mengaku sempat mengira suara keras tersebut berasal dari bangunan yang roboh. Namun, getaran akibat ledakan membuatnya keluar untuk memastikan sumber suara.
“Iya ada ledakan. Tapi awal saya kira roboh dari belakang. Tapi kok ternyata saya bergetar. Saya cek keluar, ternyata ledakannya dari ruko Tempos itu,” ungkapnya.
Polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor lain, termasuk dugaan kelalaian. Hadi menegaskan, kesimpulan mengenai penyebab pasti ledakan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Garis polisi juga telah dipasang di sekitar lokasi. Warga diminta tidak mendekati area terdampak karena masih terdapat puing-puing yang berpotensi membahayakan.(lam)

