Surabaya, MercuryFM – Memasuki usia seperempat abad, Partai Demokrat membawa semangat baru untuk terus memperkuat pengabdian kepada rakyat dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan, perjalanan 25 tahun partai berlambang Mercy menjadi modal berharga untuk melangkah semakin solid, matang, dan dekat dengan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan AHY dalam pidato politik pada perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Rabu malam (09/09/26).
Perayaan yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto, ribuan kader, pengurus partai, serta para tamu kehormatan itu berlangsung dalam suasana penuh syukur dan optimisme.
AHY mengajak seluruh kader menjadikan momentum seperempat abad Demokrat sebagai energi untuk semakin memperkuat kepedulian kepada masyarakat.
Menurutnya, rasa syukur atas perjalanan panjang partai harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, terutama bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan dan bencana.
Ia meminta kader Demokrat terus hadir di tengah masyarakat dan ikut meringankan beban warga.
“Teruslah hadir, ringankan beban mereka. Karena dalam keadaan seperti inilah rasa kemanusiaan dan kebersamaan benar-benar terasa,” tegasnya.
AHY memastikan Demokrat akan terus mengambil peran konstruktif untuk membantu memastikan berbagai program pemerintah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Posisi kami jelas, ingin pemerintahan Prabowo berhasil. Tidak ada hal lain selain kesuksesan,” tegas AHY.
“Yang berhasil bukan hanya kabinet yang berhasil kita semua. Yang berhasil adalah Indonesia,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan para kader.
Menurut AHY, pengalaman Demokrat selama 25 tahun telah memberikan banyak pelajaran sekaligus memperkuat kematangan partai dalam menjalankan peran politik.
Demokrat telah melewati berbagai fase perjalanan politik, baik ketika berada di pemerintahan maupun di luar pemerintahan. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pengabdian.
“Politik adalah tentang bagaimana kepercayaan rakyat dijawab dengan kerja dan pengabdian,” kata AHY.
Semangat tersebut disambut positif Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono.
Menurutnya, usia 25 tahun harus menjadi energi baru bagi seluruh kader Demokrat untuk meningkatkan kualitas kerja dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
“25 Tahun Partai Demokrat. Terus melangkah, terus bekerja, dan terus hadir untuk rakyat,” ujar dr. Agung.
“Pesan Ketum AHY sangat relevan untuk diterjemahkan dalam kerja-kerja politik di daerah, khususnya melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan DPRD,” lanjutnya.
Seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim turut hadir dalam HUT ke-25 Partai Demokrat. Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, Indra Widya Agustina, Dedi Irwansyah, Samwil, Naufal Alghifari, M Arbayanto, Rasiyo, Missery Efendi, dan M Soleh.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari konsolidasi sekaligus memperkuat soliditas Demokrat Jawa Timur dalam menjalankan agenda perjuangan partai.
Dokter Agung mengatakan, semangat yang digaungkan AHY di tingkat nasional akan diterjemahkan melalui program dan kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat Jawa Timur.
“Dari Jawa Timur, semangat Demokrat diwujudkan dengan kerja nyata: memperkuat infrastruktur, meningkatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan menggerakkan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
“Selamat HUT ke-25 Partai Demokrat. Bersama Rakyat, Berjuang untuk Indonesia tercinta,” lanjutnya.
Sementara, Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim, Mochamad Arbayanto, menegaskan pidato politik AHY bukan sekadar sambutan seremonial. Pidato tersebut adalah komando politik yang wajib dijalankan seluruh kader, terutama yang duduk di lembaga legislatif.
“Sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Demokrat, saya memandang arahan Ketua Umum AHY melalui pidato politik dalam memperingati HUT Partai yang ke 25 Tahun sebagai sebuah tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kerja nyata,” ujar Arbayanto.
Bagi Arbayanto, tiga pilar itu tidak boleh berhenti di atas kertas. Semuanya harus diwujudkan dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di DPRD. (ari)
