Sanwil ungkap instruksi AHY: Masuk koalisi bukan berarti diam saat Pemerintah keliru

Jakarta, MercuryFM – Seluruh kader Demokrat wajib satu komando menindaklanjuti arahan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dalam Bimbingan Teknis Nasional dan peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar di Jakarta

Penegasan ini dikatakan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim M. Sanwil. Menurutnya inti pesan AHY sangat jelas dan sejalan dengan nilai-nilai keislaman.

Partai Demokrat harus mampu bersikap tegas, jika ada kemungkaran di Indonesia. Meskipun partai berlambang segitiga mercy merupakan bagian koalisi dengan pemerintah.

“Menurut saya yang disampaikan oleh Ketua Umum itu sama dengan yang ada di Al-Quran. Walaupun kita menjadi pendorong penguat daripada koalisi, tapi jika ada kesalahan, jika ada kekeliruan, kita harus kritis. Itu namanya berkoalisi, mengingatkan,” ujar Samwil, Rabu (09/9/26).

Sanwil menjelaskan, makna berkoalisi bukan berarti membenarkan semua kebijakan pemerintah secara membabi buta. Jika ada kebijakan pemerintah yang salah, maka Partai Demokrat berani mengkritiknya demi kebaikan bersama.

“Kalau berkoalisi terus salah diteruskan saja kita tidak mengingatkan, itu bukan berkoalisi. Jadi koalisi ini adalah kalau baik, kita ikuti semua berbondong-bondong berjuang untuk meneruskan program yang baik-baik terutama yang berkenaan dengan kepentingan rakyat. Tetapi jika salah, cara berkoalisi bukan diem, tetapi menyampaikan, mengingatkan bahwa ini adalah salah,” tegasnya.

Samwil juga meluruskan persepsi sebagian pihak yang menuding kader Demokrat bersikap kritis karena mempunyai agenda politik 2029. Seperti halnya mencalonkan AHY sebagai presiden, atau wakil presiden. Selain itu, bisa juga kader terkait ingin mencalonkan sebagai Anggota DPR RI atau DPRD

“Dikiranya kita itu keburu ingin nyalon di 2029, nyalon apa? Nyalon presiden atau wakil presiden, nyalon di DPR RI atau DPRD. Tetapi itu bukan begitu, makna daripada koalisi itu adalah menganjurkan kebaikan dan mencegah kemungkaran,” katanya.

Ketua DPC Partai Demokrat Gresik ini, menekankan, sikap kritis Demokrat murni untuk menjaga agar program pemerintah tetap berada di rel yang benar dan berpihak pada rakyat.

Menyinggung arah koalisi ke depan, Samwil menyebut Demokrat adalah partai yang terbuka dan siap bekerja sama. Seluruh kader harus siap berkoalisi.

“Tetapi jika tidak bersama dengan koalisi, kita harus berjuang sendiri atau mencari koalisi lain,” paparnya.

Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa posisi Demokrat saat ini adalah sebagai partai pendukung pemerintah. AHY meminta seluruh kader di eksekutif maupun legislatif untuk menyukseskan program-program pemerintah.

“Ketua umum meminta agar kader mensukseskan program pemerintah, baik yang di legislatif,” ujarnya.

Namun, kata Samwil, sukses mengawal bukan berarti diam saat ada kebijakan yang dinilai menyimpang. Mengingat terkadang di legislatif ada program-program yang tidak prorakyat.

“Maka seharusnya kita harus berani, bersuara bahwa program ini adalah tidak prorakyat. Harus di-drop,” tegasnya.

Sebaliknya, untuk program yang berdampak langsung ke masyarakat, kader diminta mengawal sampai tuntas.

“Program-program yang bermanfaat untuk rakyat, kita harus memaksimalkan program tersebut, sehingga betul-betul dan dikawal betul-betul sampai kepada masyarakat,” pungkas politisi Daerah Pemiliham (Dapil) Gresik-Lamongan. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist