Yogyakarta, MercuryFM — Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur bergerak cepat memperkuat barisan aparatur sipil negara (ASN) dan insan pers dalam merespons derasnya arus disinformasi digital. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas ASN dan Media di Hotel Fortuna Grande Malioboro, Yogyakarta, 27–29 Agustus 2026.
Sekretaris DPRD Jatim, Mohammad Ali Kuncoro, menegaskan pentingnya literasi informasi di tengah fenomena masyarakat digital yang kerap mengabaikan verifikasi demi mengejar kecepatan dan viralitas. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah maraknya berita tak terkonfirmasi yang mendistorsi kebenaran.
“Musuh kita adalah berita yang belum terkonfirmasi. Kecepatan dan viralitas sering kali dianggap sebagai kebenaran absolut, padahal belum tentu memiliki dasar data yang kuat,” tegas Ali Kuncoro saat membuka agenda Bimtek.
Ia pun meminta media mainstream tetap kokoh menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai benteng pertahanan informasi publik, ketimbang terseret arus media sosial.
Tak hanya fokus pada penguatan komunikasi publik dan penanggulangan hoaks, Sekretariat DPRD Jatim juga menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan daerah.
Meski fungsi utamanya berpusat pada pelayanan administratif bagi pimpinan dan anggota dewan, Sekertariat Dewan (Setwan) Jatim mengoptimalkan potensi internal menyulap lahan terbuka di lingkungan kantor menjadi area produktif.
Setwan kata Ali Kuncoto membuat tanaman hidroponik pemanfaatan lahan terbuka untuk budidaya sayuran segar. Melakukan budidaya perikanan dengan pengoptimalan kolam kantor dengan penaburan benih ikan lele.
“Hasil panen diprioritaskan untuk pemenuhan gizi internal (ASN, PNS, PPPK, dan karyawan), serta disalurkan berkala kepada warga di sekitar gedung dewan,’ ucap Ali Kuncoro.
Ali Kuncoro menambahkan, langkah kecil ini merupakan upaya menjaga momentum Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional, khususnya produsen beras terbesar di Indonesia.
Melalui sinergi literasi digital dan gerakan ketahanan pangan mandiri ini, Setwan Jatim berharap dapat melahirkan ASN dan media yang adaptif, informatif, serta berdampak langsung bagi masyarakat. (ari)

