Nusa Tenggara Timur, MercuryFM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) datangi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menyerahkan bantuan logistik dan donasi kemanusiaan.
Sinergi ini menyalurkan total bantuan logistik dan dana tunai bernilai lebih dari Rp3,2 miliar guna mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, serta Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo di sejumlah titik posko bencana.
Dalam kegiatan ini Pemprov dan Bank Jatim salurkan 65,7 ton logistik senilai Rp3,006 miliar. Bantuan mencakup bahan pangan, obat-obatan, perlengkapan bayi/perempuan, tenda, terpal, hingga kompor. Bantuan didistribusikan ke area SD Inpres Robo (12,8 ton senilai Rp720,9 juta) dan Posko Manggarai Timur (52,9 ton senilai Rp2,28 miliar).
Selain itu, juga ada bantuan dari para karyawan Bank Jatim (Jatimers) berupa dana sebesar Rp250 juta yang dialokasikan khusus bagi pegawai Bank NTT yang terdampak musibah.
Termasuk bantuan logistik yang sudah diserahkan Bank Jatim melalui BPBD Jatim, dengan memberikan bantuan kebutuhan dasar masyarakat, seperti beras, makanan kaleng (kornet dan sarden), susu, serta perlengkapan sanitasi (pembalut dan popok bayi).
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menyampaikan bahwa kepedulian terhadap pegawai Bank NTT merupakan bentuk solidaritas antaranggota Kelompok Usaha Bank (KUB).
”Bank NTT merupakan bagian dari keluarga besar KUB Bank Jatim. Ketika saudara-saudara kita di Bank NTT terdampak bencana, kami merasa perlu hadir memberikan dukungan,” ungkap Winardi.
Winardi mengatakan pula bahwa aksi sosial ini membuktikan komitmen perseroan untuk tidak hanya berperan sebagai lembaga jasa keuangan, tetapi juga hadir menjaga nilai kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Aksi sosial ini menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui peran sebagai lembaga jasa keuangan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan semangat gotong royong ketika terjadi bencana,” tegasnya.
Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa jenis bantuan logistik yang disalurkan telah disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan berdasarkan evaluasi tim kesehatan.
”Dukungan dari Jawa Timur diberikan untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. Kami ingin saudara-saudara kita di NTT merasa tidak sendirian. Banyak daerah yang menggalang kegotongroyongan untuk membantu,” ujar Khofifah. (ari)

