Tanggapi arahan Ketua Umum Megawati, Eko Yunianto: Kami di Jatim siap all aut turun membersami masyarakat

Kader juga siap jalankan intruksi Buya Said kurangi baleho manfaatkan medsos

​Surabaya, MercuryFM – Arahan langsung Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawtai Soekarno Putri dalam konsolidasi Internal kader PDIP Se Jatim, siap ditindaklanjuti kader yang ditugaskan di Legislatif. Seperti yang dikatakan Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Eko Yunianto, yang menegaskan seluruh kader PDIP di Jawa Timur termasuk dirinya siap tancap gas terjun ke masyarakat meski di tengah tekanan politik.

​Eko mengungkapkan, pesan yang disampaikan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri membakar semangat juang para kader dengan mengingatkan kembali sejarah keberanian partai sewaktu awal berdiri.

​”Ibu Megawati memberikan semangat kepada kader-kadernya untuk lebih berani lagi menegakkan kebenaran. Dulu waktu ‘membabat’ saja PDI Perjuangan bisa menang dan berani. Ini menjadi amunisi kami agar PDIP bisa menang kembali,” ujar Eko.

​Dirinya tak menampik bahwa iklim politik saat ini memberikan tantangan berat bagi pergerakan partai di daerah. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan langkah kader untuk hadir di tengah rakyat.

​”Kami akan terus terjun dan membersamai masyarakat, walaupun saat ini kami selalu ditekan atau diintervensi oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan kebesaran PDIP,” tegasnya.

​Selain suntikan semangat dari Ketua Umum, konsolidasi tersebut juga mempertegas arah taktik pemenangan di lapangan, khususnya terkait penggunaan alat peraga kampanye (APK), dimana Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah (Buya Said), meminta para legislator dan kader mengurangi pemasangan baliho atau banner di jalanan dan beralih ke media sosial.

Kata Eko yang juga anggota Komisi A DPRD Jatim, dirinya memahami apa yang diinginkan Buya Said. Pasalnya langkah ini diambil demi mengedepankan etika lingkungan dan estetika tata kota. Sehingga, seluruh kader diwajibkan mengoptimalkan media sosial sebagai sarana sosialisasi.

​”Tujuannya jelas, untuk menjaga keindahan tata kota agar tidak ada banner yang mengganggu di pinggir jalan. Maka seluruh fraksi dan kader diarahkan berkampanye melalui media sosial,” jelas Eko.

​Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jember-Lumajang ini mengaku telah menerapkan instruksi tersebut secara pribadi. Selaku anggota DPRD Jatim, ia memilih tidak mengotori ruang publik dengan baliho dan fokus berinteraksi dengan warga melalui platform digital. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist