Qodari Tanggapi Polemik “Londo Ireng” dan Survei Prabowo Turun

Surabaya, MercuryFM – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Mohammad Qodari, meminta publik tidak terjebak pada polemik penggunaan istilah “londo ireng” dalam pidato Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, yang lebih penting adalah melihat keseluruhan substansi pidato Presiden yang berfokus pada kepentingan rakyat.

“Kalau mengenai pernyataan Presiden, pidato Presiden, mari kita lihat rangkaian pidato Presiden. Semuanya itu untuk membela kepentingan rakyat,” kata Qodari di Surabaya pada Selasa (28/07/2026).

Menurut Qodari, Presiden Prabowo secara konsisten berbicara mengenai peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan, penguatan ketahanan pangan, swasembada beras, ketahanan energi, hingga program biodiesel B50.

Ia juga menyinggung dimulainya proyek Blok Masela yang telah tertunda selama sekitar 28 tahun. Selain itu, Presiden disebut menaruh perhatian pada dugaan praktik under invoicing dan transfer pricing yang diperkirakan menyebabkan potensi kerugian negara mencapai Rp500 triliun hingga Rp600 triliun setiap tahun.

“Insya Allah, kalau kita fokus kepada substansi, itulah poin-poin yang sesungguhnya dari pidato Bapak Presiden,” ujarnya.

Qodari juga merespons hasil survei yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo. Menurutnya, survei hanya menggambarkan opini publik pada waktu tertentu sehingga hasilnya sangat mungkin berubah.

“Survei itu dinamis. Bisa naik, bisa turun. Kalau beberapa bulan lalu 80 persen, sekarang 50 persen, insyaallah nanti bisa kembali 80 persen lagi,” katanya.

Ia mengajak masyarakat menunggu hasil survei dari berbagai lembaga lain sebagai pembanding sebelum menarik kesimpulan mengenai tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah.

Menurut Qodari, sejumlah indikator fundamental nasional masih menunjukkan kondisi yang positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, serta tingkat tabungan masyarakat masih mengalami peningkatan.

Di bidang politik, ia menilai pemerintahan juga memiliki dukungan koalisi yang solid sehingga berbagai program strategis dapat terus dijalankan. Qodari mencontohkan sejumlah kebijakan yang diklaim telah memberikan dampak, antara lain harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, kemudahan akses pupuk bagi petani, berbagai program bantuan sosial, hingga upaya mewujudkan swasembada pangan. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist