Dukung MBG, warga Pucangan minta Cahyo usulkan menu anak PAUD/TK dibedakan

​Surabaya, MercuryFM – Masyarakat mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di cetuskan Presiden Prabowo Subianto. MBG dinilai warga sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan dan pertumbuhan gizi anak-anak.

Hal ini dikatakan warga di ditanya anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan (Dapil) Surabaya, Harjo Cahyo Prokoso, ketikan menggelar reses menyerap aspirasi di Jl Pucangan gg IX Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Selasa (28/06/27).

“Bapak ibu sepakat program MBG? Mendukung adanya program ini?” ucap Cahyo yang langsung dijawab sepakat dan mendukung warga yang hadir dalam reses yang berlangsung gayeng tersebut.

Namun meski sepakat dan mendukung program MBG, warga meminta agar Cahyo bisa menyampaikan aspirasi mereka agar menu MBG bisa di bedakan antara MBG untuk PAUD/TK, anak anak SD dengan siswa SMP dan SMA/SMK.

“Tolong pak menu MBG bisa dibedakan jangam disamakan anatara anak PAUD/TK dengan merwka yang sudah SD, SMP atau SMK. Masa anak PAUD/TK dikasih ikan mujaer yang itu ada durinya,” ujar salah seorang warga saat sesi tanya jawab reses yang digelar.

Cahyo Harjo Prakoso menyatakan program MBG mendapatkan apresiasi tinggi warga. Ini bijyi program Presiden Prabowo Subianto bermanfaat bagi masyarakat. Bahkan warga menilai program MBG sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan dan pertumbuhan gizi anak-anak. Kendati demikian, terdapat sejumlah masukan penting terkait pelaksanaan teknis di lapangan.

​”Secara umum masyarakat menilai program MBG ini sangat baik untuk masa depan gizi anak-anak kita. Dari segi kualitas menu, pengemasan (packaging), hingga ketepatan waktu distribusi sudah berjalan baik. Namun, ada aspek yang perlu disempurnakan,” ujarny usai mendengarkan aspirasi warga.

​Kata Cahyo, memang harus ada penyempurnaan. Salah satu poin penyempurnaan yang didorong adalah perlunya Standard Operating Procedure (SOP) baru terkait pemilahan porsi makanan berdasarkan usia penerima.

Saat ini, skema pembagian masih terbagi secara garis besar menjadi dua kelompok porsi: kelompok balita hingga kelas 2 SD, serta kelompok siswa kelas 3 SD hingga SMA. Dan ini lanjut Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya ini, perlu di pecah lagi khusus anak-anak TK/PAUD.

​”Kami akan meneruskan masukan ini kepada pihak Badan Gizi Nasional (BGN), Koordinator Wilayah (Korwil) baik tingkat kota maupun provinsi, hingga pengelola SPBG. Tujuannya agar program ini memiliki dampak gizi yang optimal dan tepat sasaran sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak,” tegas Cahyo.

​Selain isu pemenuhan gizi anak, dalam resesnya, Anggota Komisi E DPRD Surabaya ini juga menyoroti progres dan peran strategis Koperasi Merah Putih di Surabaya. Saat ini, keberadaan koperasi di Surabaya tengah dalam tahap pengembangan, di mana puluhan titik koperasi sedang disiapkan dan beberapa di antaranya sudah beroperasi.

​Cahyo menekankan bahwa keberadaan koperasi ini tidak boleh berjalan secara terisolasi, melainkan harus mampu merangkul ekosistem ekonomi lokal yang sudah ada.

​”Koperasi harus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dengan bersinergi bersama UMKM lokal dan toko-toko kelontong di setiap kelurahan. Ekonomi tidak boleh hanya tumbuh dari atas ke bawah (top-down), tetapi harus bergerak dari bawah (bottom-up),” jelasnya.

​Langkah ini, lanjut Cahyo, selaras dengan arahan Presiden untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan, guna menekan angka ketimpangan serta kemiskinan di tengah pertumbuhan ekonomi daerah yang positif.

​”Kita ingin pertumbuhan ekonomi itu dirasakan secara merata. Dengan sinergi dari atas dan bawah, kita berharap pelaku ekonomi kecil di kelurahan betul-betul bisa naik kelas,” pungkas Sekertaris Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist