Eri Cahyadi Tantang Camat-Lurah Buka Hotline Langsung ke Warga, Aduan Tak Lagi Harus Sampai ke Wali Kota

Surabaya, MercuryFM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Surabaya. Dalam apel bersama di Balai Kota Surabaya, Kamis (16/7/2026), Eri meminta seluruh kepala perangkat daerah, camat, dan lurah membuka hotline pengaduan yang bisa diakses langsung oleh masyarakat.

Langkah ini dilakukan untuk memangkas jalur birokrasi pengaduan sekaligus memastikan setiap persoalan warga dapat ditangani lebih cepat tanpa harus menunggu intervensi wali kota.

Menurut Eri, keberadaan hotline bukan sekadar menjadi sarana menerima laporan, melainkan alat ukur keberanian dan kesigapan aparatur pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat. Ia bahkan menegaskan ingin mengetahui apakah masyarakat berani melapor langsung kepada camat, lurah, maupun kepala dinas, serta memastikan setiap aduan benar-benar ditindaklanjuti.

“Kalau semua hotline itu ke saya, saya hanya menjabat sampai 2030. Tapi panjenengan semua masih mengabdi sampai usia pensiun. Karena itu, rasa tanggung jawab dan kepedulian kepada masyarakat harus muncul dari setiap level pemerintahan,” tegas Eri.

Melalui hotline tersebut, berbagai persoalan yang selama ini sering menjadi keluhan warga diharapkan bisa diselesaikan lebih cepat. Mulai dari parkir liar, pungutan liar, praktik premanisme, persoalan aset daerah, hingga berbagai gangguan pelayanan publik lainnya.

Eri juga menyoroti masih adanya laporan masyarakat yang sebenarnya sudah masuk ke tingkat kelurahan, kecamatan, maupun perangkat daerah, namun tidak segera mendapat tindak lanjut. Kondisi itu dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap birokrasi pemerintah.

Karena itu, ia menginginkan pola pelayanan yang lebih responsif dan berkelanjutan. Bukan hanya bergantung pada sosok wali kota, melainkan menjadi budaya kerja seluruh aparatur Pemkot Surabaya.

Instruksi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan program ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) yang menjadi salah satu arah pembangunan Kota Surabaya sejalan dengan program nasional Presiden Prabowo Subianto.

Bagi Eri, slogan tidak akan berarti tanpa tindakan nyata. Karena itu, ia menuntut keberanian seluruh jajaran pemerintah untuk hadir sebagai pelindung masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan warga. (Lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist