Surabaya, MercuryFM – Lalukan pembahasan upaya pelestarian situs-situs bersejarah sekaligus pengembangan wisata edukasi Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit dan jejak kepahlawanan di Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima putra Pahlawan Nasional Bung Tomo, Bambang Sulistomo, di gedung negara Grahadi.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Khofifah menyatakan dukungannya terhadap berbagai inisiatif yang digagas Bambang Sulistomo bersama para sejarawan yang tergabung dalam Yayasan Soerjo Modjopahit.
Ia menyambut baik usulan itu dengan semangat menghidupkan kembali memori kolektif bangsa melalui pelestarian warisan sejarah yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur.
Gubernur Khofifah mengatakan dengan dibangunnya Taman Perdamaian Soerjo Modjopahit , akan mengenalkan kepada dunia akan kebesaran dari Kerajaan Majapahit.
Gubernur Khofifah menuturkan gagasan pembangunan Taman Perdamaian Dunia Soerjo Modjopahit karena kebesaran Kerajaan Majapahit yang mampu menguasai nusantara dan Asia Tenggara yang jauh lebih luas areanya dibandingkan kekuasaan Republik Indonesia.
Menurut Khofifah, Jatim memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa, mulai dari jejak kejayaan Kerajaan Majapahit hingga situs-situs perjuangan para pahlawan nasional yang dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus penguatan karakter generasi muda.
“Jawa Timur memiliki banyak situs dan peninggalan bersejarah yang merekam perjalanan panjang peradaban bangsa. Warisan ini harus terus dijaga, dirawat, dan dikembangkan agar menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Gubernur Khofifah pun mengatakan, dalam berbagai kesempatan saat bertemu kepala daerah yang wilayahnya memiliki keterkaitan dengan sejarah Majapahit, dirinya selalu mendorong agar nilai-nilai luhur peradaban Majapahit terus dihidupkan melalui pelestarian jejak sejarah dan pengembangan wisata edukasi.
Bahkan saat berdiskusi dengan Bupati Mojokerto, ia menekankan pentingnya membangun secara bertahap kawasan-kawasan peninggalan Majapahit menjadi destinasi wisata edukasi sejarah yang terintegrasi dan memiliki nilai pembelajaran yang kuat.
Selain itu, Khofifah juga menilai pengembangan wisata sejarah dan wisata kepahlawanan di Kota Surabaya perlu terus diperkuat.
Jejak perjuangan para tokoh bangsa seperti Bung Karno dan Bung Tomo, menurutnya, merupakan aset penting yang dapat menjadi media edukasi kebangsaan bagi generasi muda.
“Setiap rangkaian peringatan Hari Pahlawan dapat diisi dengan kegiatan wisata sejarah maupun wisata kepahlawanan. Dengan demikian, memori kolektif tentang jejak dan perjuangan para pahlawan akan terus tertanam di hati generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Khofifah juga mengenang pengalamannya saat menjabat Menteri Sosial RI yang memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan taman makam pahlawan sebagai simbol penghormatan kepada para pejuang bangsa.
“Saya meminta agar makam para pahlawan ditata dan dirawat dengan baik. Bahkan ketika memasuki dan meninggalkan kawasan taman makam pahlawan, hendaknya diawali dan diakhiri dengan sikap hormat sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, penghormatan kepada pahlawan tidak cukup diwujudkan melalui seremoni tahunan semata, melainkan harus diiringi dengan upaya nyata dalam menjaga, merawat, dan memanfaatkan warisan sejarah sebagai sarana pendidikan karakter dan penguatan nasionalisme.
Karena itu, Pemprov Jatim melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus memberikan perhatian terhadap pelestarian cagar budaya, termasuk mendukung para penjaga situs sejarah yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya bangsa.
“Di setiap cagar budaya yang tersebar di Jawa Timur, saya selalu menitipkan pesan kepada para penjaganya agar terus merawat dan menjaga situs-situs tersebut dengan penuh rasa memiliki. Dengan begitu, warisan sejarah kita dapat terus lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Khofifah menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata edukasi Peradaban Majapahit merupakan langkah strategis untuk menguatkan identitas budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai sejarah dan kebangsaan kepada generasi muda.
“Saya mendukung penuh gagasan ini. Namun demikian, legalitas, konsep pengembangan, serta roadmap pelaksanaannya harus disusun secara jelas, terukur, dan berkelanjutan agar memberikan manfaat yang optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Bambang Sulistomo menyampaikan bahwa pertemuannya dengan Gubernur Khofifah bertujuan membangun sinergi dalam pengembangan berbagai program pelestarian sejarah, mulai dari kawasan wisata edukasi Peradaban Majapahit hingga penguatan situs-situs jejak perjuangan Bung Tomo di Jawa Timur.
Menurutnya, pelestarian kawasan bersejarah tidak hanya penting untuk menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter, kepemimpinan, dan kebangsaan bagi generasi muda.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Kami ingin menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan bangsa sekaligus mewariskan nilai-nilai kebesaran Peradaban Majapahit yang pernah menyatukan Nusantara kepada generasi penerus,” ujar Bambang.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, sejarawan, budayawan, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pelestarian sejarah sehingga warisan peradaban dan perjuangan bangsa dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi inspirasi bagi masa depan Indonesia. (ari)

