Jukir Beda Orang dengan Foto? Warga Surabaya Diminta Tolak Bayar Parkir

Surabaya, MercuryFM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah baru untuk meningkatkan transparansi pengelolaan parkir. Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), foto juru parkir (jukir) resmi mulai dipasang di rambu parkir digital yang tersebar di berbagai titik di Kota Pahlawan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari program digitalisasi parkir yang tengah digencarkan Pemkot Surabaya. Dengan adanya foto petugas yang ditempel di rambu parkir digital, masyarakat kini dapat langsung mencocokkan identitas jukir yang bertugas di lapangan dengan foto yang terpasang.

Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mengatakan pemasangan foto jukir dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus upaya mencegah penyalahgunaan identitas petugas parkir.

“Kami memulai program digitalisasi parkir, termasuk memberikan identitas lengkap berupa foto yang terpasang di rambu kawasan parkir digital. Jadi warga bisa mengetahui siapa petugas parkir resmi yang bertugas di lokasi tersebut,” ujar Trio saat meninjau pemasangan foto jukir di kawasan Taman Apsari Surabaya.

Untuk mempercepat pelaksanaan program tersebut, Dishub Surabaya membentuk lima tim yang disebar ke wilayah Surabaya Timur, Utara, Pusat, Selatan, dan Barat. Setiap tim melakukan pendataan, pemotretan langsung, pencetakan, laminasi, hingga pemasangan foto di lokasi parkir digital.

Menurut Trio, keberadaan foto jukir di rambu digital memungkinkan masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan parkir di lapangan. Warga dapat memastikan bahwa petugas yang menarik retribusi parkir memang petugas resmi yang ditugaskan oleh Dishub.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk lebih aktif melakukan pengawasan. Bahkan, warga diminta tidak ragu menolak membayar parkir apabila petugas yang berada di lokasi tidak sesuai dengan foto yang terpasang di rambu.

“Kalau fotonya tidak sesuai atau tidak sama dengan petugas parkirnya, silakan saya wajibkan warga kota untuk menolak,” tegas Trio.

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran atau petugas yang tidak sesuai identitas melalui Call Center 112 maupun hotline Dishub Surabaya.

Dishub memastikan setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dengan cepat. Langkah ini diharapkan mampu menekan potensi penyalahgunaan atribut jukir maupun praktik parkir yang tidak sesuai ketentuan.

Saat ini, pemasangan foto jukir ditargetkan menjangkau seluruh titik parkir digital Tepi Jalan Umum (TJU) di Surabaya. Total terdapat 819 lokasi parkir digital yang akan dipasangi identitas petugas secara bertahap.

Selain memperkuat pengawasan, Pemkot Surabaya juga terus mendorong masyarakat untuk menggunakan metode pembayaran non-tunai saat membayar parkir. Menurut Trio, keberhasilan digitalisasi parkir tidak hanya bergantung pada kesiapan pemerintah, tetapi juga partisipasi warga dalam meninggalkan transaksi tunai.

Program pemasangan foto jukir ini pun menjadi salah satu terobosan yang menarik perhatian publik. Sebab, untuk pertama kalinya masyarakat diberikan akses langsung untuk mencocokkan identitas petugas parkir dan dilibatkan sebagai bagian dari sistem pengawasan pelayanan parkir di Kota Surabaya.

Dengan cara ini, Pemkot berharap pengelolaan parkir menjadi lebih transparan, tertib, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (lam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist