Surabaya, MercuryFM – Anggota Komisi D sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, meminta pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Pahlawan benar-benar memperhatikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama orang tua dan kelompok pralansia.
Ajeng menilai sistem pendaftaran berbasis digital harus dirancang lebih sederhana dan mudah dipahami agar tidak menyulitkan wali murid saat proses pendaftaran berlangsung. Menurutnya, tidak semua masyarakat memiliki kemampuan yang sama dalam mengoperasikan teknologi maupun memahami tahapan pendaftaran secara daring.
“Website pendaftaran SPMB harus dikemas lebih ramah untuk orang tua, terutama bagi mereka yang masuk masa pralansia. Jangan sampai muncul disinformasi karena masyarakat kesulitan memahami alur sistem,” kata Ajeng, Senin (19/5/2026).
Politisi Partai Gerindra itu mengatakan pelayanan pendidikan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, selain memperbaiki tampilan website, kesiapan sumber daya manusia (SDM) serta layanan pendamping juga harus menjadi perhatian serius.
Ajeng menekankan pentingnya simulasi pendaftaran sebelum pelaksanaan resmi dimulai. Menurutnya, simulasi tersebut perlu dibarengi pendampingan maksimal agar masyarakat memahami setiap tahapan pendaftaran.
Ia juga meminta call center maupun petugas layanan benar-benar disiapkan dengan baik sehingga mampu memberikan penjelasan secara detail dan mudah dipahami warga.
“Pada saat simulasi maupun pelaksanaan pendaftaran, call center dan SDM harus dipastikan terlatih dengan baik sehingga masyarakat bisa benar-benar paham. Jangan sampai warga kebingungan ketika membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Selain itu, Ajeng berharap Dinas Pendidikan Kota Surabaya melakukan evaluasi berkala terhadap sistem SPMB dengan membuka ruang masukan dari masyarakat selama proses berlangsung.
Menurutnya, kemudahan akses layanan pendidikan menjadi bagian penting dalam menciptakan proses penerimaan siswa baru yang transparan, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga Surabaya.
“Tujuannya tentu agar masyarakat merasa terbantu, bukan justru kesulitan. Karena pendidikan harus memberikan pelayanan yang ramah dan mudah diakses oleh semua warga,” pungkasnya. (lam)

