Makassar, MercuryFM – PT Berkah Industri Mesin Angkat (PT BIMA) melaksanakan kegiatan Management Walkthrough Dewan Komisaris sebagai bagian dari upaya monitoring dan evaluasi kinerja operasional perusahaan. Kegiatan ini berlangsung selama 29–30 April 2026 di sejumlah site strategis, yakni Makassar New Port 1 & 2, Site Makassar SPMT, serta Site Makassar SPSL (MTI).
Kunjungan tersebut dihadiri jajaran Dewan Komisaris PT BIMA, yakni Komisaris Muhammad Ikhyar Harahap dan Komisaris Kristadi Setiawan, didampingi Komite Audit Dony Eko Pudyantoro serta Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Gatot Imam Prasetyo.
Pelaksanaan Management Walkthrough ini merupakan tindak lanjut dari Key Performance Indicators (KPI) dan Rencana Kerja Manajemen (RKM) PT BIMA Tahun 2026, sekaligus agenda rutin Dewan Komisaris dalam memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai target.
Komisaris PT BIMA, Muhammad Ikhyar Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam mengawal kinerja perusahaan secara menyeluruh.
“Management Walkthrough ini menjadi bagian penting dalam memastikan kinerja operasional perusahaan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kami melihat ada progres positif, khususnya melalui pembentukan Planning & Control Hub Maintenance di Makassar yang mampu memperkuat fungsi pengendalian operasional,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Dewan Komisaris juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif manajemen dalam membentuk Planning & Control (P&C) Hub Maintenance di Makassar sebagai langkah strategis meningkatkan efektivitas pengelolaan operasional.
Meski demikian, sejumlah catatan tetap menjadi perhatian, terutama terkait tingkat availability alat. Komisaris PT BIMA, Kristadi Setiawan, menegaskan bahwa aspek tersebut sangat krusial bagi keberlanjutan operasional perusahaan.
“Kami memberikan perhatian khusus terhadap tingkat availability alat. Hal ini menjadi faktor kunci dalam menjaga keandalan layanan dan produktivitas operasional. Ke depan, perlu ada penguatan pada aspek pemeliharaan dan pengelolaan spare part agar performa alat semakin optimal,” jelasnya.
Selain melakukan peninjauan langsung di lapangan, Dewan Komisaris bersama manajemen juga menggelar diskusi mendalam terkait berbagai aspek kinerja, mulai dari kondisi dan ketersediaan peralatan, kesiapan sumber daya manusia, pengelolaan inventory dan spare part, kinerja pemeliharaan alat, implementasi HSSE, hingga isu strategis dan rencana perbaikan ke depan.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko PT BIMA, Gatot Imam Prasetyo, memastikan pihak manajemen akan menindaklanjuti berbagai masukan yang diberikan.
“Manajemen berkomitmen menindaklanjuti seluruh masukan dari Dewan Komisaris, baik dalam peningkatan kinerja alat, penguatan SDM, maupun optimalisasi sistem maintenance. Ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan kualitas layanan perusahaan,” katanya.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memastikan keselarasan antara fungsi pengawasan Dewan Komisaris dan kebijakan manajemen dalam mendorong peningkatan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.
PT BIMA pun menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, serta memastikan seluruh aktivitas berjalan efektif, efisien, dan sesuai dengan standar keselamatan kerja.
Sebagai informasi, PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) merupakan anak perusahaan dari Subholding PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) yang berdiri sejak 2015 dan bergerak di bidang port engineering services. Layanannya meliputi pemeliharaan, jasa perbaikan, pengadaan spare parts, hingga modifikasi peralatan pelabuhan, serta pekerjaan sipil seperti perbaikan dermaga dan pemeliharaan fasilitas pelabuhan. Dengan konsep Total Engineering Services, BIMA menghadirkan layanan terintegrasi di bidang mekanikal, elektrikal, dan sipil secara holistik dan berkelanjutan. (lam)

