Ketua Komisi A DPRD Surabaya Soroti Dugaan Jual Beli Jabatan oleh Mantan Camat

Surabaya, MercuryFM – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengecam keras dugaan penipuan bermodus lowongan kerja yang menyeret nama mantan Camat Pakal berinisial D. Kasus ini mencuat setelah aduan warga kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, viral di media sosial.

Yona, yang akrab disapa Cak Yebe, menegaskan agar seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat publik tidak menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi.

“Setiap ASN dan pejabat publik, baik eksekutif maupun legislatif, jangan sampai menyalahgunakan wewenang untuk melakukan perbuatan melawan hukum dan merugikan warga,” tegasnya, Minggu (19/4/2026).

Kasus ini bermula dari pengakuan seorang warga yang mengaku diminta membayar Rp25 juta agar anaknya bisa bekerja sebagai tenaga outsourcing di lingkungan Pemkot Surabaya. Namun hingga berbulan-bulan, janji tersebut tak kunjung terealisasi dan uang yang diserahkan belum kembali.

Meski terduga pelaku kini telah pensiun, Cak Yebe menekankan bahwa dugaan peristiwa tersebut terjadi saat yang bersangkutan masih aktif menjabat sebagai ASN.

“Ini tetap harus ditindak karena kejadian dilakukan saat masih menjabat,” ujarnya.

Ia menilai kasus ini mencoreng citra Pemerintah Kota Surabaya dan meminta pengawasan internal diperketat, khususnya oleh inspektorat.

“Wali kota dan inspektorat harus lebih jeli dalam menempatkan ASN di posisi strategis,” katanya.

Cak Yebe juga menekankan pentingnya integritas sebagai syarat utama dalam pengisian jabatan, termasuk kewajiban pelaporan LHKPN bagi calon camat maupun lurah.

Menurutnya, proses hukum tetap perlu berjalan untuk memberikan efek jera, meskipun tidak selalu mampu mengembalikan seluruh kerugian korban.

“Ini penting sebagai pembelajaran bagi seluruh ASN agar tidak melakukan perbuatan yang merugikan warga dan mencoreng nama institusi,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepala daerah harus selektif dalam proses rekrutmen dan penempatan pejabat, dengan mempertimbangkan aspek integritas selain kemampuan manajerial dan kepemimpinan.

“Kalau sakit bisa diobati, tapi kalau sudah soal karakter itu yang sulit diperbaiki,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menerima langsung aduan warga terkait dugaan penipuan tersebut. Dalam video yang beredar, korban mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum pejabat dengan harapan mendapatkan pekerjaan, namun hingga kini janji tersebut belum terealisasi. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist