Arumi: Perempuan dominasi penggunaan medsos, maka peran ibu cukup krusial bagi anak di dunia digital

Surabaya, MercuryFM – Perempuan ternyata mendominasi dalam penggunaan media sosial ketimbang kalangan laki laki. Fakta ini diungkapkan Ketua Ketua Tim Penggerak PKK Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak, sebagai kynot speaker seminar “Peran Perempuan Dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital” yang diselenggarakan Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Jawa Timur, dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 dan HUT PWI ke-80, yang berlangsung di Aula PWI Jatim, Jl Taman Apsari 15-17 Surabaya, Jumat (10/04/26).

“Yang menarik perempuan mendominasi pengguna media sosial sekitar 56,3 persen. Tren dominasi ini sebenarnya sudah terlihat sejak 2021 yakni 52,6% pengguna instagram adalah perempuan,” ujar Arumi.

Dalam seminar yang dihadiri pembicara lain seperti Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untati Bisawarno, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur yang diwakilli Kepala bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Putut Darmawan, Dr. Eko Pamuji, M.I.Kom, Wakil Direktur UKW PWI Pusat, Ketua PWI Jatom Lutfil Hakim dan Ketua IKWI Jatim, Endang Suprapti, Arumi memaparkan terbanyak perempuan mengakses WhatAsp, 91,7%, Instagram, 84,6%, Facebook, 83,0%, Tiktok, 77,4%, Telegram 61,6 %, dan Messenger, 50,5%.

“Jadi ini juga moment bu-ibu harus mengontrol dengan ketat penggunaan medsos untuk anak-anak,” ucap Arumi.

Dalam kesempatan itu, Arumi juga memaparkan bagaimana memilih media yang benar dan hoax dan bagaimana mengatasi informasi hoax. ‘

“Jadi ibu-ibu harus selalu check and recheck informasi yang didapatkan di medsos sebelumnya disebarkan ya,” ajak Arumi pada audiens yang didominasi perempuan.

Arumi terakhir meminta hindari update status real time pada di medsos. Ini berbahaya. Karena orang bermaksud jahat tahu posisi kita sebenarnya.

“Jadi saya bila update status di medsos biasanya tidak real time. Ke Bromo pagi, tiba di rumah malam baru update status di FB,” tegasnya.

Sementar itu Ketua Komisi E DPRRD Jatim Sri Untari Bisawarno, mengatakan, peran ibu selain membatasi akses medsos untuk anak-anak, juga di minta untuk menyertai doa bagi putra putrinya.

Kata Untari ini penting selain kita memberikan bimbingan bijak bagi anak untuk bisa memilah milah medsos bagi anak. Tapi juga disertai doa. Karena doa orang tua bisa menjadi aura kesuksesan anak-anak kita.

“Doa ibu lebih mustajab. Alhamdulilah, anak-anak saya berhasil dan sukses,” tegas politisi PDIP Jatim ini.

Senada disampaikan Kepala bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Putut Darmawan. Menurutnya orang tua bisa mencari aplikasi yang bisa mengontrol anak anak dalam bermedsos. Ini penting agar mereka anak anak tidak terjebak pada medsos yang bukan rana anak, yang itu akan berbahaya bagi tumbuh kembang anak sendiri.

“Kita akui medsos tidak bisa dihindari. Namun kita sebagai orang tua juga harus bisa memfilter medsos agar anak anak bisa bijak menggunakan medsos. Ada aplikasi yang bisa mengontrol medos anak. Coba ibu ibu googling nanti akan ketemu,” ucapnya.

Sedangkan Dr. Eko Pamuji, M.I.Kom, Wakil Direktur UKW PWI Pusat mengatakan di era medsos ini kita harus skeptis atau waspada.

”Ibu-ibu dunia internet di genggaman tangan kita seperti hutan banyak binatang buas. Jadi kita harus tetap waspada bila menerima informasi di medsos. Check and recheck jangan lupa,” tegasnya.

Sementara itu Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim mengatakan di era digital, menguasai informasi itu sangat penting. Untuk bisa menguasai informasi maka kuasai wartawan.

“Untuk bisa menguasai wartawan kuasailah istri-istrinya.” katanya sambil bercanda.

Kata Lutfil kedudukan wanita dalam era digital atau informasi ini sangat penting.

“Tapi yang terpenting informasi dari ibu lebih dipercaya di mata keluarga. Sehingga ibu-ibu harus juga hati-hati memilih informasi untuk anak-anaknya,” ujar Lutfil.

Terakhir Ketua IKWI Jatim, Endang Suprapti menyatakan bahwa wanita memiliki peran penting dalam era media sosial saat ini. Karena wanita adalah khususnya ibu-ibu salah satu panutan dalam keluarga dalam mendidik anak-anak. ‘

“Ibu-ibu harus bisa menyaring informasi yang benar dan tidak hoax untuk anak-anak. Ibu-ibu harus juga bisa membedakan mana informasi yang benar dan hoax umtuk anak-anak,” ujarnya.

“Wanita adalah garda terdepan dalam akses dan menyebarkan informasi untuk keluarga. Saya berharap ibu-ibu juga harus menyaksikan atau akses informasi yang positif positif saja untuk anak-anak,” lanjutnya mempertegas. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist