Job Fair Surabaya Membludak, Pelamar Antre Sejak Pagi di Balai Pemuda

Surabaya, MercuryFM – Di tengah bayang-bayang krisis ekonomi global, ratusan pencari kerja memadati Balai Pemuda Surabaya dalam gelaran Surabaya Job Fair, Selasa (7/4/2026).

Antrean panjang terlihat sejak pagi, mencerminkan tingginya harapan sekaligus kekhawatiran generasi muda terhadap ketersediaan lapangan kerja.

Salah satunya Hera Nanda, warga Surabaya yang baru lulus S2. Ia mengaku mengetahui informasi job fair dari Instagram Disperinaker. Sebelum datang, Hera harus melalui proses pendaftaran daring, mulai dari mengisi data diri, mengunggah CV, ijazah, hingga KTP.

“Harus isi link dulu, terus upload CV, ijazah, KTP, nanti dapat barcode untuk daftar ke perusahaan,” ujarnya.

Hera datang sejak pukul 09.00 WIB meski jadwalnya baru dimulai pukul 10.00 WIB. Ia mengincar posisi di bidang HR atau administrasi. Saat ini, ia masih menjalani tahap pemindaian barcode untuk bisa masuk ke stan perusahaan.

 

 

Di tengah padatnya peserta, Hera berharap peluang kerja bisa lebih merata, khususnya bagi warga lokal Surabaya. “Semoga pejuang lokal bisa dapat kerjaan yang layak,” katanya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri mengklaim telah menyiapkan berbagai strategi untuk merespons potensi dampak krisis global, salah satunya melalui penyediaan lebih dari 1.000 lowongan kerja dalam job fair ini.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pemkot juga menggandeng sektor perhotelan, restoran, dan kafe (Horeca) melalui skema kerja sama untuk membuka peluang kerja baru, termasuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam rantai pasok industri.

“Sudah ada MoU dengan Horeca. Saya berharap warga Surabaya bisa ambil peranan dalam peluang itu,” kata Eri.

Selain itu, Pemkot juga mengintegrasikan penciptaan lapangan kerja dengan penguatan sektor ekspor melalui Surabaya Industrial & Labour (SIL) Festival. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya tahan ekonomi daerah di tengah perlambatan global.

Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menyebut kebutuhan tenaga kerja akan meningkat seiring ekspansi pasar ekspor. Namun, ia mengakui masih ada tantangan, terutama pada aspek kemasan produk dan kemampuan komunikasi.

“Kalau industri bisa tembus ekspor, otomatis butuh tenaga kerja lebih banyak. Ini yang kami dorong,” ujarnya.

Meski berbagai peluang dibuka, Pemkot tetap menegaskan prioritas bagi warga ber-KTP Surabaya lama. Kebijakan ini di satu sisi memberi perlindungan bagi warga lokal, namun di sisi lain juga memunculkan tantangan baru dalam pemerataan akses kerja di tengah tekanan ekonomi yang kian tidak pasti.

Di tengah situasi global yang belum sepenuhnya stabil, job fair ini bukan sekadar ajang rekrutmen, tetapi juga cermin dari kompetisi ketat di pasar kerja—di mana harapan, kesiapan, dan kebijakan pemerintah saling beradu untuk menentukan masa depan para pencari kerja. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist