Surabaya, MercuryFM – Pemerintah Kota Surabaya masih menunggu arahan resmi Presiden Prabowo Subianto terkait rencana penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Wacana ini tengah dikaji pemerintah pusat sebagai upaya efisiensi energi, mengurangi kemacetan, sekaligus menjaga produktivitas kerja.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, hingga saat ini Pemkot belum menerapkan sistem WFH. Sebaliknya, konsep yang dijalankan adalah Work From Anywhere (WFA), di mana ASN bekerja lebih dekat dengan masyarakat melalui Balai RW.
“Soal WFH kita tunggu ya, arahan dari Pak Presiden (Prabowo Subianto),” ujar Eri, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, konsep WFA telah lama diterapkan di Surabaya dan dinilai lebih efektif dalam mendekatkan pelayanan publik kepada warga.
“Kalau Pemkot Surabaya itu tidak ada WFH, dulu-dulu yang ada WFA. Jadi pegawai tidak harus di kantor, tapi bekerja di Balai RW yang dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
Eri menambahkan, secara administratif kantor tetap berada di Balai Kota, namun aktivitas pelayanan tersebar di wilayah.
“Jadi kantornya di Balai Kota, tapi kerjanya di Balai RW,” tegasnya.
Meski menunggu kebijakan pusat, Pemkot Surabaya mulai menyiapkan sejumlah alternatif untuk mendukung efisiensi energi, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM). Salah satunya dengan mendorong ASN menggunakan transportasi umum.
“Kita pernah lakukan, satu hari ASN tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi, tapi menggunakan transportasi umum,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kondisi ASN yang tidak semuanya tinggal di Surabaya, melainkan di daerah penyangga seperti Sidoarjo dan Gresik, sehingga penggunaan transportasi umum dinilai lebih relevan.
“Kalau rumahnya dekat bisa naik sepeda ke Balai RW, tapi banyak ASN yang tinggal di luar Surabaya, maka kita dorong pakai transportasi umum,” paparnya.
Terkait kemungkinan penerapan WFH pada hari tertentu, seperti Jumat, Eri menyebut hal itu masih bersifat tentatif dan menunggu keputusan pemerintah pusat.
“InsyaAllah, kalau nanti WFH-nya ditetapkan hari Jumat, kita akan sesuaikan. Tapi kita lihat lagi,” katanya.
Ia juga menegaskan, Pemkot Surabaya cenderung menghindari penerapan WFH di hari yang berdekatan dengan libur, guna memastikan efektivitas kinerja tetap terjaga.
“Kami berharap tidak di hari yang mendekati atau setelah liburan, supaya hasil pekerjaan tetap bisa terkontrol,” pungkasnya. (lam)

