Surabaya, MercuryFM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di Jawa Timur pada periode 1–10 Maret 2026.
Dalam siaran pers tertanggal 28 Februari 2026, BMKG menyebutkan potensi cuaca ekstrem dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.
Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak meliputi hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, di antaranya Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, hingga Kota Surabaya dan Kota Batu.
BMKG menjelaskan, saat ini sebagian wilayah Jawa Timur mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Dalam 10 hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan aktivitas cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Kondisi tersebut dipicu oleh adanya gangguan atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Low Frequency, dan gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur. Selain itu, suhu muka laut di perairan selatan Jawa Timur masih cukup hangat dan kondisi atmosfer yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif.
“Awan-awan konvektif tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” demikian keterangan resmi BMKG Juanda.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Terutama bagi wilayah dengan topografi curam, pegunungan, dan tebing agar mewaspadai potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.
Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca terkini melalui website resmi BMKG, radar cuaca WOFI, media sosial @infobmkgjuanda, saluran telepon 24 jam (031) 8668989, serta layanan WhatsApp 0895-8003-00011.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menegaskan pihaknya akan terus memperbarui informasi peringatan dini cuaca ekstrem selama periode tersebut. (lam)

