Pelajar ABK di Wonokromo diduga dikeroyok 10 teman sekolah, Polisi selidiki kasus perundungan

Surabaya, MercuryFM – Kasus dugaan perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) berinisial AM (16), pelajar salah satu SMK di kawasan Wonokromo, Surabaya, kini dalam penyelidikan Satres PPA dan PPO Polrestabes Surabaya.
AM dilaporkan menjadi korban bullying yang berujung dugaan pengeroyokan oleh sejumlah teman sekolahnya. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka fisik serta trauma psikis hingga harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Menur.

Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, Kompol Melatisari, mengatakan pihaknya telah menerima laporan keluarga korban dan mulai memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

“Kemarin penyidik sudah meminta keterangan pelapor dan kepala sekolah,” ujar Kompol Melati, Selasa (17/2/2026).
Dalam waktu dekat, penyidik juga akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap korban. Namun proses itu masih menunggu kondisi AM yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.

“Rencana Rabu (18/02/2026) minta keterangan korban. Itu pun melihat apakah memungkinkan untuk dimintai keterangan atau tidak, karena korban masih dirawat,” jelasnya.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap terlapor akan dilakukan setelah penyidik mendapatkan keterangan dari korban.

“Belum diperiksa. Setelah dari korban, baru rencana tindak lanjut,” tegasnya.

Diduga Terjadi Sejak Awal Masuk Sekolah

Bibi korban, Dewi Mirawati, mengungkapkan bahwa AM diduga telah mengalami perundungan sejak awal masuk sebagai pelajar baru. Korban disebut kerap dikucilkan dan menjadi sasaran intimidasi sejumlah teman.
Selain perundungan verbal, AM juga diduga kerap diminta membelikan jajan menggunakan uang sakunya sendiri.

“Keponakan saya sering diminta beli jajan, sekitar Rp5 ribu sampai Rp7 ribu,” ungkap Dewi.

Puncaknya terjadi pada Selasa siang (10/02/2026), ketika salah satu teman sekolahnya berinisial RN menantang korban untuk duel satu lawan satu. Korban memilih menghindar, namun tetap dikejar oleh pelaku bersama sejumlah temannya.
“Si pelaku langsung mengeroyok, teman-temannya ikut-ikutan,” katanya.

AM diduga dikeroyok sekitar 10 orang yang secara bergantian memukul dan menendang korban hingga mengalami luka di sekujur tubuh. Selain luka fisik, korban juga mengalami tekanan psikis yang cukup berat.

Pada Jumat (12/02/2026), AM harus menjalani perawatan intensif di RS Menur, terutama untuk penanganan kondisi psikologisnya.

“Karena berhubungan dengan psikisnya. Dirawat inap kurang lebih dua minggu,” tambahnya.

Dilaporkan ke Polisi

Pihak keluarga melaporkan dugaan perundungan tersebut ke Polrestabes Surabaya pada Rabu (11/02/2026). Laporan itu mengacu pada dugaan pelanggaran Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak atas peristiwa yang terjadi di lingkungan sekolah.

Kasus ini kembali menjadi sorotan terkait perlindungan anak, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan. Publik kini menunggu langkah tegas aparat serta evaluasi dari pihak sekolah guna memastikan kejadian serupa tidak terulang. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist