Surabaya, MercuryFM – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menyoroti persoalan keterbatasan akses SMA Negeri di Surabaya, khususnya di wilayah Krembangan Bakti. Dalam agenda resesnya pada Jumat (13/02/2026) Cahyo menerima banyak keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan bangku sekolah negeri yang terjangkau dan berkualitas.
Menurutnya, minimnya jumlah SMA Negeri di beberapa kawasan membuat orang tua kebingungan mencarikan sekolah bagi anak-anaknya. Di sisi lain, kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami penurunan membuat rencana pembangunan SMA Negeri baru pada tahun ini dinilai cukup sulit direalisasikan.
“Memang sudah ada usulan pembangunan SMA Negeri baru dan koordinasi dengan Pemkot Surabaya. Namun persoalannya ada pada keterbatasan lahan milik Pemprov serta kebutuhan anggaran yang cukup besar,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Cahyo menegaskan pentingnya menjaga bahkan menambah kuota program beasiswa dan bantuan pendidikan untuk sekolah swasta, seperti program BPUPP.
Ia memastikan program tersebut tidak boleh mengalami penurunan kuota, bahkan harus ditingkatkan seiring bertambahnya jumlah penduduk dan kebutuhan pendidikan.
Cahyo juga menekankan bahwa sekolah swasta memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, pemerintah provinsi perlu memberikan jaminan agar sekolah swasta dapat terus bertahan dan meningkatkan kualitasnya.
“Sekolah swasta adalah mitra penting. Yang sudah bagus jangan sampai terlalu mahal, perlu ada dukungan agar lebih terjangkau. Sementara yang kualitasnya masih perlu ditingkatkan harus dibantu agar bisa naik kelas,” tegasnya.
Ia berharap tidak ada lagi disparitas kualitas pendidikan maupun infrastruktur sekolah di Surabaya. Pemerintah, menurutnya, harus memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, tanpa memandang latar belakang ekonomi. (lam)

