Surabaya, MercuryFM – Suasana duka menyelimuti Gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis siang. Iring-iringan jenazah almarhum Ketua DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono, tiba sekitar pukul 13.30 WIB dari rumah duka Grand Heaven untuk disemayamkan sebelum diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih.
Sejumlah tokoh hadir memberikan penghormatan terakhir, di antaranya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armuji, Mantan Menteri Sosial Tri Rismaharini, jajaran pimpinan dan anggota DPRD Surabaya, serta keluarga dan kerabat almarhum.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru. Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai mewakili pimpinan dan anggota DPRD menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya sosok pemimpin yang dikenal berdedikasi tinggi, berintegritas, dan penuh tanggung jawab.
“Kami mewakili pimpinan dan anggota DPRD Kota Surabaya serta keluarga besar Sekretariat DPRD menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepulangan Bapak Ketua DPRD Surabaya Mas Adi Sutarwijono,” ujar Bahtiyar.
Bahtiyar mengenang almarhum sebagai sosok yang tetap menjalankan amanah meski dalam kondisi sakit.
“Saya bersaksi beliau ini orang yang bertanggung jawab. Ketika dalam kondisi sakit pun beliau masih hadir di gedung ini memimpin rapat-rapat dan tetap memenuhi undangan partai di Jakarta. Ini merupakan bentuk tanggung jawab beliau terhadap amanah yang diembannya,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan perjalanan panjang pengabdian almarhum di DPRD Surabaya. Adi Sutarwijono tercatat menjadi anggota DPRD sejak 2012 dan dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD selama dua periode, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.
“Kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya Ibu Lucia Yekti Handayani dan sekeluarga, kami menyadari kehilangan ini sangat berat. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ucap Bahtiyar.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas kepergian pimpinan DPRD Surabaya tersebut.
“Hari ini kita kehilangan saudara kita, sahabat kita, pimpinan DPRD kita. Beliau dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Esa,” kata Eri.
Eri menilai almarhum merupakan sosok pemimpin yang memimpin dengan hati dan penuh keteladanan.
“Semasa beliau hidup dan memimpin DPRD ini, beliau memimpin betul dengan hati. Beliau mengajarkan kepada kita semua bagaimana jiwa ngemong, bagaimana jiwa merangkul, bagaimana jiwa menyatukan untuk kepentingan masyarakat Kota Surabaya,” ujarnya.
Ia berharap seluruh amal baik almarhum mendapat balasan terbaik dari Tuhan. “Semoga apa yang sudah dilakukan beliau diberikan surga jannah oleh Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.
Eri juga mengajak para pelayat untuk mengantarkan almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
“Saya berharap jikalau tidak ada uzur, bisa mengantarkan beliau sampai ke pemakaman dan ikut mendoakan beliaunya,” ucapnya.
Tak lupa, Eri menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf almarhum semasa hidup. “Saya memohon maaf sebesar-besarnya jikalau beliau memiliki salah dan khilaf, mohon dimaafkan. Karena itulah jalan menuju ke surga beliaunya,” katanya.
Usai prosesi pelepasan di Gedung DPRD Surabaya, jenazah almarhum Adi Sutarwijono diberangkatkan menuju TPU Keputih. Iring-iringan kendaraan diikuti keluarga, jajaran DPRD Surabaya, pejabat Pemkot Surabaya, serta masyarakat yang turut memberikan penghormatan terakhir.
Kepergian Adi Sutarwijono meninggalkan duka mendalam bagi Pemerintah Kota Surabaya, DPRD, dan seluruh warga Kota Pahlawan. Sosoknya dikenang sebagai pemimpin yang mengayomi, merangkul, dan mendedikasikan hidupnya bagi pelayanan masyarakat. (lam)

