Resmikan Gedung 2 SDM Limas Surabaya, Mendikdasmen: Tragedi bunuh diri anak alarm keras dunia pendidikan

Surabaya, MercuryFM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menegaskan bahwa dunia pendidikan Indonesia sedang menghadapi krisis serius kesehatan mental anak. Hal tersebut ia sampaikan saat meresmikan Gedung 2 SD Muhammadiyah 15 Surabaya, Sabtu (7/2/2026), di Jalan Mastrip No. 174 Surabaya.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengaku sangat terpukul dengan kabar anak usia sekolah yang mengakhiri hidupnya, sebuah peristiwa yang belakangan viral dan mengguncang publik. Ia menyebut kasus tersebut bukan yang pertama, dan harus menjadi yang terakhir.

“Terus terang saya menangis ketika membaca berita itu. Anak-anak kita harus merasa aman di sekolah, merasa didengar, dihargai, dan didampingi. Sekolah tidak boleh menjadi ruang yang menekan, tetapi harus menjadi rumah kedua bagi mereka,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menekankan bahwa sekolah harus dibangun sebagai ruang yang aman dan nyaman, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara intelektual, spiritual, dan sosial. Secara intelektual, menurutnya, anak-anak harus berani bertanya, berpendapat, dan tidak takut salah. Ia mencontohkan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar yang tidak boleh dibalas dengan vonis atau hukuman.

“Kalau anak salah, jangan divonis. Itu proses belajar. Yang penting rasa ingin tahunya tetap tumbuh,” katanya.

Secara spiritual, Abdul Mu’ti mengingatkan agar pendidikan agama tidak dijalankan dengan pendekatan doktrinal dan menakutkan. Ia menegaskan bahwa anak-anak perlu didampingi dengan empati agar tumbuh religiusitas yang sehat, bukan ketakutan.

Ia mencontohkan kasus guru yang memarahi murid karena mengaku tidak salat subuh, yang justru membuat anak enggan jujur dan terbuka tentang pengalaman keagamaannya. Menurutnya, pendidikan spiritual seharusnya membimbing, bukan menghakimi.

“Anak-anak belajar agama dengan cara anak-anak. Mereka belajar dari teladan, bukan dari ancaman,” ujarnya.

Abdul Mu’ti juga menyoroti masih tingginya angka perundungan di sekolah, bahkan dalam beberapa kasus pelakunya justru guru. Ia menegaskan tindakan semacam itu tidak bisa ditoleransi.

“Kalau pelakunya guru, itu sudah nauzubillah. Kalau faktanya terbukti, harus ditindak tegas. Sekolah tidak boleh jadi ruang kekerasan,” tegasnya.

Dalam konteks itu, ia menilai bahwa pembangunan gedung sekolah memang penting, tetapi tidak cukup. Menurutnya, gedung megah tidak akan berarti apa-apa jika lingkungan sekolah tetap menjadi ruang yang menekan mental anak.

“Gedung bisa berdiri tinggi, tapi kalau anak-anak kehilangan harapan hidup, pendidikan runtuh dari dalam,” katanya.

Abdul Mu’ti mengapresiasi Muhammadiyah Kota Surabaya yang membangun SD Muhammadiyah 15 secara mandiri selama lebih dari satu dekade hingga kini berdiri lima lantai.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai bukti nyata partisipasi masyarakat dalam menghadirkan pendidikan bermutu.

Ia juga menekankan pentingnya sekolah yang bersih, sehat, sejuk, dan ramah lingkungan, sejalan dengan program nasional Indonesia yang asri, aman, bersih, dan indah. Anak-anak, menurutnya, perlu dibiasakan hidup hemat, mengurangi sampah plastik, dan mengelola sampah secara kreatif.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 15 Surabaya Mationo, MA menjelaskan, bahwa peresmian gedung menjadi momen yang telah lama dinantikan oleh pihak sekolah dan Muhammadiyah. Pembangunan gedung dilakukan melalui ekspansi lahan dengan membebaskan rumah-rumah warga di sekitar sekolah.

“Gedung ini terdiri dari lima lantai dengan luas sekitar 2.500 meter persegi. Secara struktur sudah selesai semua, namun yang sudah bisa ditempati baru lantai satu dan dua. Lantai tiga, empat, dan lima masih dalam proses finishing,” jelasnya.

Ia mengatakan pembangunan gedung bertujuan menghadirkan ruang belajar yang nyaman dan representatif demi kemajuan peserta didik.

Peresmian Gedung 2 SD Muhammadiyah 15 Surabaya dihadiri jajaran pengurus Muhammadiyah, pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta siswa. Gedung baru ini diharapkan memperkuat layanan pendidikan dasar di Kota Surabaya. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist