Surabaya, MercuryFM – Imlek 2026 di sekolah NSA kali ini tak hanya soal makanan, tapi juga pertunjukan seni yang memukau. Dumpling (Jiaozi) dan Ronde hadir sebagai simbol keberuntungan, kelimpahan, dan kehangatan keluarga.
Di Tiongkok, ronde biasanya disantap dua kali, menjelang musim dingin dan lima belas hari setelah Imlek.
Namun di Sekolah NSA, Imlek bergerak, bersuara, dan bernafas lewat penampilan siswa dari TK hingga SMA. Rangkaian dibuka dengan Wushu yang tegas dan luwes, dilanjutkan modern dance enerjik. Nada lembut dari biola dan guzheng berpadu harmonis, menciptakan ketenangan sejenak.
Barongsai yang lincah menyapa anak-anak, menanamkan nilai kerja sama, keberanian, dan rasa hormat terhadap tradisi. Aktivitas memasukkan angpao ke mulut barongsai jadi favorit peserta kecil. Kolaborasi musik menjadi sorotan utama.
“Ini kolaborasi. Kali ini enggak cuma dengan alat musik tradisional Cina, tapi juga dengan biola dan nyanyi. Harapannya bisa menunjukkan kalau SMP dan SMA itu ada ikatan tersendiri. Jadi bukan masing-masing unit, melainkan jadi satu melalui Ruyuan, yang artinya juga harapannya terwujud,” ujar Sansan, yang tampil dengan lagu Mandarin Ruyuan.
Eliana Juliet Effendy, siswa kelas 12, menambahkan dirinya sangat senang dan sangat bahagia bisa bertemu barongsai yang hanya bisa dilihat setahun sekali.
“Dalam Tahun Kuda Api ini, kegiatan ini juga mengajarkan keberanian dan harapan baru,” terangnya.
Richard, guru Bahasa Mandarin, menjelaskan melalui kegiatan membuat dumpling dan ronde, pihaknya mengajarkan budaya Tiongkok. Dumpling untuk keberuntungan, sedangkan ronde dimakan di tahun baru Imlek untuk persatuan.
“Barongsai juga harus selalu ada karena berfungsi mendatangkan keberuntungan. Harapan di tahun baru ini adalah semoga semua semakin semangat, tubuh sehat, dan segala hal berjalan lancar,” imbuhnya.
Richard menegaskan seluruh siwa turut berpartisipasi mulai dari TK sampai SMA. Kegiatannya berbeda setiap tahun, dan tahun ini spesial karena pertama kali menampilkan ronde.
Selain pertunjukan seni dan musik, acara juga menghadirkan pasar Imlek, memperkaya pengalaman budaya siswa. Dari wushu, modern dance, hingga kolaborasi musik tradisional dan modern, semua aktivitas mengajarkan siswa menghargai keberagaman dan merayakan perbedaan dengan sukacita. (lam)
Dengan perayaan ini, Sekolah NSA menegaskan perannya untuk mempersiapkan generasi masa depan. Anak-anak tidak hanya siap bersaing secara global, tetapi juga mampu hidup berdampingan di dunia multikultural dengan rasa toleransi tinggi dan nilai kemanusiaan. (lam)

