Surabaya, MercuryFM – Persinas ASAD Jawa Timur menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-6 pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Gedung Serba Guna Sabilurroyidin, Jl. Gayungan PTT No. 95 Surabaya, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Pesilat Berbudaya dan Berkarakter” sebagai momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat pembinaan prestasi sekaligus menjaga nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.
Ketua Pengprov Persinas ASAD Jawa Timur periode 2021–2026, Dedid Cahya Happyanto, menegaskan bahwa Musprov VI bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang strategis untuk membangun kualitas pesilat di Jawa Timur.
“Musprov ini kami jadikan momentum untuk membangun pesilat yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga kuat dalam karakter, berbudaya, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Dedid.
Ia menambahkan, Persinas ASAD Jawa Timur saat ini telah berkembang di 38 kabupaten/kota dan terus memperkuat sistem pembinaan melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Kami mulai menerapkan sistem informasi berbasis web untuk mendukung pembinaan atlet, evaluasi teknik, hingga pengelolaan data organisasi secara nasional agar lebih tertib dan profesional,” tambahnya.
Sementara itu Kabid Kepemudaan Dispora Jatim A.Wahab menilai Persinas ASAD memiliki peran strategis dalam pembinaan atlet silat di daerah.
“Pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang, berkelanjutan, dan terukur. Perguruan seperti Persinas ASAD menjadi mitra penting pemerintah dalam menyiapkan atlet sejak usia dini hingga siap tampil di level nasional dan internasional,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, IPSI, perguruan silat, dan lembaga pendidikan sangat menentukan keberhasilan pembinaan prestasi olahraga di Jawa Timur.
“Kalau pembinaan kuat di akar rumput, prestasi di level atas akan mengikuti. Ini yang terus kami dorong di Jawa Timur,” tegasnya.
Ketua Umum IPSI Jawa Timur Ir. H. Bambang Haryo Sukartono, yang secara resmi membuka Musprov VI, menegaskan pentingnya peran Persinas ASAD dalam menjaga jati diri pencak silat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya bangsa.
“Pencak silat bukan hanya soal bertanding, tetapi juga soal karakter, budaya, dan persaudaraan. Persinas ASAD Jawa Timur telah menunjukkan konsistensi dalam membangun prestasi sekaligus menjaga nilai-nilai luhur silat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Persinas ASAD Marsma TNI (Purn) H. Syukur, M.Si, menekankan pentingnya transformasi organisasi menuju tata kelola yang modern dan profesional.
“Persinas ASAD harus tampil sebagai organisasi yang tertib administrasi, kuat dalam pembinaan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan tradisi sebagai jati diri pencak silat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perlunya pembinaan berbasis ilmu pengetahuan dan sport science.
“Mesin prestasi harus dibangun secara sistematis dan berkelanjutan agar pesilat kita mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” lanjutnya.
Persinas ASAD yang didirikan pada 30 April 1993 di Jakarta. Tidak hanya berorientasi pada seni bela diri, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
Persinas ASAD hadir sebagai wadah pembinaan karakter melalui disiplin, persaudaraan, dan penguatan moral, sehingga pesilat tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan spiritual.
Musprov VI diikuti 76 pengurus cabang kabupaten/kota dan dihadiri 82 pimpinan daerah, serta para pembina, pimpinan pondok pesantren, dan mitra strategis.
“Kami berharap Musprov ini semakin memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, IPSI, serta lembaga pendidikan dan pesantren untuk melahirkan pesilat berprestasi yang berkarakter dan berbudaya,” pungkas Dedid. (lam)

