Mangrove Surabaya jadi pusat riset nasional di bawah BRIDA

Surabaya, MercuryFM – Pemerintah Kota Surabaya menaikkan status kawasan Mangrove Gunung Anyar dan Wonorejo dari destinasi wisata alam menjadi pusat riset konservasi dan perubahan iklim setelah pengelolaannya resmi berada di bawah Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Langkah ini menandai perubahan paradigma pengelolaan mangrove Surabaya, dari sekadar ruang rekreasi menjadi laboratorium terbuka (living laboratory) untuk riset blue carbon, restorasi pesisir, biodiversitas, serta ketahanan kota terhadap abrasi dan banjir rob.

Kepala BRIDA Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan integrasi Kebun Raya Mangrove ke dalam struktur BRIDA bertujuan mengembalikan fungsi kawasan sesuai standar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Mangrove Surabaya kini kami posisikan sebagai pusat studi karbon biru dan benteng ekologis kota. Di bawah BRIDA, kawasan ini tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dijadikan infrastruktur sains untuk mitigasi perubahan iklim dan penguatan ekonomi hijau,” ujar Agus, Selasa (20/1/2026).

Melalui penguatan kelembagaan BRIDA, riset mangrove tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi diarahkan ke kebijakan tata ruang pesisir, pengendremember karbon, hingga pengembangan skema ekonomi karbon berbasis ekosistem.

Agus menambahkan, BRIDA juga membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas lingkungan, industri, serta mitra internasional agar mangrove Surabaya menjadi rujukan nasional pengelolaan pesisir perkotaan berbasis sains.

“Ini bukan sekadar konservasi, tetapi investasi jangka panjang ketahanan kota. Mangrove menjadi benteng ekologis Surabaya, BRIDA menjadi mesinnya,” pungkasnya. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist