Hasto apresiasi Megawati dan Prabowo di tengah cerita pengalaman di balik jeruji besi

Surabaya, MercuryFM – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengungkapkan pengalamannya selama menjalani masa penahanan yang justru ia sebut sebagai periode paling produktif dan merdeka dalam hidupnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri serta Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap reformasi hukum dan penegakan keadilan.

“Dalam seluruh hidup saya, justru di penjara saya merasa paling merdeka. Karena tidak memegang handphone, tidak ada instruksi, tidak ada tekanan apa pun. Saya benar-benar bebas berpikir,” kata Hasto dalam acara coffe morning dengan wartawan di Surabaya, Sabtu (17/01/2026).

Ia mengaku selama menjalani masa penahanan, rutinitas hidupnya menjadi lebih tertata. Setiap hari ia berolahraga dua kali, makan teratur, membaca buku, dan menulis secara intensif. Dari proses itu, Hasto mengatakan berhasil menyelesaikan enam buku dengan berbagai tema, mulai dari hukum hingga pemikiran ideologis.

“Di penjara saya menulis enam buku. Saya menulis teori hukum dalam perspektif ideologis dan historis. Hidup saya justru terasa sangat sempurna secara ritme,” ujarnya.

Hasto menyebut sejak awal dirinya telah mendapatkan informasi adanya kriminalisasi politik hukum dalam kasus yang menjeratnya. Namun, ia memilih meresponsnya dengan cara produktif melalui refleksi intelektual dan kerja-kerja pemikiran.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri yang terus memberikan dukungan moral dan ideologis kepadanya selama menghadapi proses hukum.

“Saya berterima kasih kepada Ibu Megawati yang terus memberi kekuatan, keteladanan, dan dorongan untuk tetap berpikir jernih serta setia pada nilai-nilai perjuangan,” katanya.

Selain itu, Hasto juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto atas langkah-langkah reformasi hukum dan institusi penegak hukum, termasuk komitmen terhadap perbaikan sistem peradilan dan perlindungan hak warga negara.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas komitmen melakukan reformasi hukum dan aparat penegak hukum, sehingga ke depan hukum benar-benar menjadi alat keadilan, bukan kekuasaan,” ujarnya.

Menurut Hasto, pengalaman di balik jeruji besi justru memperkuat keyakinannya bahwa kemerdekaan sejati terletak pada pikiran dan nurani, bukan semata pada kebebasan fisik.

“Penjara tidak boleh mematikan kemanusiaan seseorang. Justru di situ saya belajar bahwa kemerdekaan sejati itu ada pada pikiran dan nurani,” pungkasnya. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist