Surabaya, MercuryFM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya membantah adanya kebocoran data kependudukan, menyusul viralnya unggahan akun Instagram @viral_forjustice terkait temuan data di website resmi Dispendukcapil.
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa data tersebut merupakan data tahun 2024 milik warga yang keberadaannya tidak diketahui meski telah dilakukan penelusuran oleh petugas kelurahan hingga Juni 2024.
“Data dimaksud merupakan data warga yang posisinya tidak diketahui, dan sudah dilakukan jemput bola oleh petugas kelurahan namun sampai dengan Juni 2024 tidak diketahui domisilinya. Sehingga diumumkan di website Dukcapil agar yang bersangkutan datang ke kelurahan untuk melakukan konfirmasi keberadaannya,” kata Eddy, Jumat (16/01/2026).
Ia menyebut, langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan Pemerintah Kota Surabaya dalam menyalurkan program intervensi di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan agar penggunaan APBD lebih tepat sasaran.
“Langkah ini dilakukan Pemkot Surabaya untuk memudahkan sasaran intervensi di berbagai bidang, sehingga APBD Kota Surabaya bisa tepat sasaran dalam pemanfaatannya,” ujarnya.
Eddy menegaskan, data yang dipublikasikan telah disamarkan baik nama maupun nomor induk kependudukan (NIK), sehingga hanya dapat dikenali oleh warga yang bersangkutan.
“Data ini sengaja dipublish dengan elemen data yang disamarkan, dengan harapan yang bersangkutan dapat melakukan klarifikasi dan konfirmasi keberadaannya di kantor kelurahan sesuai alamat,” ungkapnya.
Ia memastikan keamanan data administrasi kependudukan warga Surabaya tetap terjaga, sekaligus mengimbau masyarakat untuk segera memperbarui data domisili jika telah pindah tempat tinggal.
“Kami pastikan data adminduk aman dan masyarakat tidak perlu terprovokasi informasi yang tidak akurat. Warga yang belum update alamat domisili kami imbau segera datang ke kelurahan sesuai alamat untuk melakukan pembaruan data,” pungkas Eddy. (lam)

