Surabaya, MercuryFM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya mencatat inflasi pada Desember 2025 sebesar 0,80 persen secara bulanan (month to month/m-to-m). Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi Jawa Timur yang tercatat 0,76 persen dan nasional 0,64 persen.
Secara tahunan (year on year/y-on-y), inflasi Surabaya pada Desember 2025 mencapai 2,96 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,92 persen, serta Jawa Timur yang berada di angka 2,73 persen. Angka inflasi tahun kalender Surabaya juga tercatat 2,96 persen.
BPS mencatat, Desember menjadi bulan dengan inflasi tertinggi ketiga sepanjang tahun 2025 di Surabaya. Pendorong utama inflasi bulanan berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi 1,96 persen dengan andil inflasi sebesar 0,42 persen.
Selain itu, inflasi juga dipicu oleh kelompok Transportasi yang mencatat kenaikan harga sebesar 1,48 persen dengan andil 0,20 persen, serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang mengalami inflasi 1,65 persen dan menyumbang andil 0,12 persen. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga turut menyumbang inflasi sebesar 0,33 persen.
Di sisi lain, beberapa kelompok justru mengalami deflasi, di antaranya Pakaian dan Alas Kaki yang turun 0,15 persen, serta Rekreasi, Olahraga, dan Budaya yang mengalami deflasi 0,14 persen. Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga juga mencatat penurunan harga sebesar 0,06 persen.
Secara tren, perkembangan inflasi bulanan sepanjang 2025 menunjukkan fluktuasi, dengan lonjakan cukup tinggi terjadi pada Maret dan April. Namun, inflasi kembali meningkat pada akhir tahun, dengan Desember mencatat angka tertinggi sejak Mei 2025.
BPS menyebutkan, peningkatan harga kebutuhan pangan menjelang akhir tahun menjadi faktor utama yang mendorong inflasi di Surabaya. Masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja, sementara pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat pengendalian harga, khususnya pada komoditas pangan strategis.(lam)

