Surabaya, MercuryFM – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dari PAN, Zuhrotul Mar’ah, menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu tidak seharusnya berhenti pada seremoni dan ucapan selamat semata. Menurutnya, Hari Ibu adalah momentum refleksi untuk benar-benar memuliakan peran perempuan, khususnya ibu, dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi saya, Hari Ibu itu bukan hanya satu hari. Setiap hari adalah Hari Ibu. Setiap perempuan adalah ibu, dan setiap ibu punya hak untuk bahagia dan sehat,” ujar Zuhrotul Mar’ah saat ditemui usai kegiatan peringatan Hari Ibu.
Ia menggambarkan beratnya peran seorang ibu yang kerap menjadi “menteri segala urusan” dalam keluarga. Mulai dari mengurus rumah tangga, mendidik anak, menjaga kesehatan keluarga, hingga mengelola keuangan. Namun ironisnya, peran besar tersebut sering kali tidak mendapatkan pengakuan yang setara.
“Kalau anak berprestasi, sering disebut anaknya bapak. Padahal ibunya yang mendampingi dari kecil, mendidik, mendoakan, dan mengorbankan banyak hal,” ungkapnya.
Menurut Zuhrotul, kebahagiaan seorang ibu menjadi kunci utama dalam membangun keluarga dan generasi yang kuat. Ibu yang bahagia dan berdaya akan mampu mendidik anak dengan optimal serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis.
“Kalau ibu bahagia, sekelilingnya juga ikut bahagia dan berdaya. Bahkan ketika memasak pun, kalau dilakukan dengan bahagia dan doa, hasilnya berbeda,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peran laki-laki, khususnya suami, dalam membahagiakan perempuan dan ibu di rumah tangga. “Bapak-bapak juga punya tanggung jawab besar untuk membahagiakan istrinya,” tambahnya.
Terkait peran pemerintah, Zuhrotul menilai keberadaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) hingga dinas terkait di daerah menjadi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi hak-hak perempuan dan anak. Ia mendorong agar fungsi dinas pemberdayaan perempuan benar-benar dimaksimalkan.
“Kita berharap dinas-dinas terkait bisa terus mendidik dan mendampingi perempuan agar menjadi ibu yang berdaya dan bahagia, karena dari sanalah kualitas generasi masa depan dibentuk,” pungkasnya. (lam)

