Surabaya, MercuryFM – Perbaikan jalan di titik-titik rawan longsor, terutama di kawasan Pacet, jalur Malang-Pujon, dan sejumlah ruas jalan nasional sangat diperlukan saat ini untuk antisipasi longsor, yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan menbahayakan pengguna jalan.
Hal ini ditegaskan anggota Fraksi PDIP Perjuangan Martin Homonganan menyikapi warning BMKG terkait kondisi cuaca akhir-akhir ini sampai awal tahun 2026, yang salah satu ancaman rawan longsor.
Menurut Martin, perbaikan tidak hanya kondisi jalan tapi juga pengecekan kondisi saluran yang ada di sekitar kawasan titik longsor agar aliran lancar, guna mengantisipasi agar longsor tidak mengganggu jalan.
“Perbaikan jalan di titik-titik rawan longsor harus dilakukan dinas terkait. Ini salah sati antisipasi untuk mencegah terjadinya bencana. Serta pengecekan saluran air yang ada dan membersihkannya,” ujar Martin, Selasa (16/12/25).
“Normalisasi aliran drainase dan pembersihan sumbatan air di sepanjang jalan juga penting untuk mencegah terjadinya longsor. Selain perbaikan jalan yang ada di titik titik rawan longsor,” lanjutnya.
Martin juga meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi atas langkah-langkah yang telah dilakukan sebelumnya untuk mencegah terjadinya longsor.
Dirinya juga menekankan pentingnya koordinasi antara dinas terkait untuk melakukan perbaikan jalan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Kita harus bekerja sama untuk mencegah terjadinya bencana,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD Provinsi ini juga meminta masyarakat untuk waspada dan berhati-hati saat melalui jalan di kawasan rawan longsor. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya bencana dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Masyarakat harus waspada dan berhati-hati saat melalui jalan di kawasan rawan longsor. Masyarakat harus berperan aktif dalam mencegah terjadinya longsor,” katanya.
Pemerintah baik pusat, Provinsi dan Kota Kabupaten juga diharapkan dapat melakukan koordinasi dengan baik terkait perbaikan jalan dan oengecekan saluran air di titik-titik rawan longsor. Dengan demikian, dapat mengurangi risiko terjadinya bencana dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
“Dengan perbaikan jalan di titik-titik rawan longsor, diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya bencana dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” tegas legislator dari daerah pemilihan (Dapil) Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso ini.
Sementara itu dari data BPBD Jatim ada bebetapa titik rawan longsor di Jatim diantarannya ada di Kota Batu, Kabuoaten Bondowoso, Situbondo, Jember, Mojokerto, Pacitan, Malang dan kawasan Trengalek dan Tulungagung.
Untuk antisipasi longsor pihak BPBD Jatim juga sudah memasang Sistem Peringatan Dini – Early Warning Sistem (EWS) di beberapa titik longsor di Jatim. Tidak hanya longsor, BPBD juga memasang EWS di beberapa wilayah rawan Banjir dan pemasangan sirine kawasan rawan tsunami di Jatim.
Data yang ada BPBD Jatim, telah memasang 44 unit yang meliputi, 20 EWS banjir dan 24 EWS longsor serta 17 sirene tsunami. Selain itu ada beberapa titik rawan yang juga sudah dipasang EWS oleh BPBD Kabupaten secara mandiri. (Ari)

