Bojonegoro, MercuryFM – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, mulai menjabat sejak dilantik pada 21 Februari 2025. Artinya mulai hari ini kamis, 13 Nopember 2025 hingga 21 Februari 2026 tinggal menyisakan 100 hari, artinya tinggal tiga bulan delapan hari lagi masa satu tahun pertamanya menjabat, ada beberapa isu dan potensi kegagalan yang akan muncul menurut penulis ditahun pertama, antara lain:
Pengelolaan Keuangan Daerah
Di kutip dari salah satu media online, 8 Januari 2025, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro semakin tinggi dalam lima tahun terakhir. Bahkan untuk 2024 saja, Silpa Bojonegoro sebesar Rp3,7 triliun.
Bojonegoro sendiri dikenal “langganan” memiliki SiLPA di atas Rp 2 triliun sejak tahun 2020. Termasuk Penjabat (Pj) Bupati sebelumnya, Adriyanto, dinilai gagal dalam mengelola keuangan Pemkab Bojonegoro, meninggalkan warisan berupa Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang besar, sehingga menjadi tantangan berat bagi kepemimpinan baru Setyo Wahono.
Realisasi Proyek Strategis
Dua proyek strategis di bawah Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro terancam gagal terealisasi pada tahun 2025.
Dua proyek strategis di bawah Dinas PU SDA Bojonegoro yang terancam gagal tersebut adalah pembangunan penahan tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Sarirejo, Kecamatan Balen, kendalanya adalah belum adanya izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan pembangunan cekdam di Dusun Rondomori, Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, proyek ini terhambat karena belum mendapat izin dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Perhutani, sebab lokasinya berada di kawasan hutan lindung.
Penanganan Masalah Air
Salah satu komitmen awal Bupati Wahono adalah fokus pada penanganan persoalan air bersih dan air persawahan, yang mengindikasikan masalah ini masih menjadi isu krusial yang harus segera diatasi. Isu-isu ini mencerminkan tantangan signifikan yang dihadapi oleh pemerintahan baru di tahun pertamanya dalam upaya mewujudkan visi Bojonegoro Makmur dan Membanggakan, yang tertuang dalam 23 program unggulan.
Sebagai informasi, 23 program unggulan tersebut diantaranya adalah :
1. Naskah akademis dana abadi yang di peruntukkan untuk pendidikan, ekonomi dan kesehatan.
2. Geopark dunia
3. Darurat PMK dan vaksinasi PMK
4. Penerapan aplikasi sumedang
5. Program integrasi pakan ternak shylpofastura
6. Pengembangan ayam ternak modern
7. Bimbingan inovasi IGA dari Kementerian dalam negeri
8. Program bantuan peternakan, perikanan lele dan wader, dengan sarana busdecker untuk penanganan stunting
9. Pasar murah ramadhan
10. Pemasangan internet sekolah
11. Program penghijauan
12. Pengembangan sekolah unggulan
13. Beasiswa perkuliahan14. Program bus sekolah
15. Beasiswa afirmasi penyandang disabilitas
16. Hibah bantuan BOS untuk pondok pesantren/Madin/TPA/TPQ
17. Memperkuat jaminan kesehatan
18. Membentuk BRIDA
19. Meningkatkan insentif TPP ASN, Desa, BPD, RT/RW
20. Program memaksimalkan peran Bumdesa
21. Program pameran product unggulan
22. Pembangunan insfrastruktur pertanian/Petruk tani
23. Pendampingan petani dan demplot pertanian untuk pupuk kerjasama dengan UGM
Dari paparan tersebut diatas, menurut penulis, solusi untuk mencegah kegagalan di tahun pertama masa jabatan Bupati Bojonegoro 2025, kuncinya terletak pada perencanaan yang matang, komunikasi yang efektif, dan eksekusi program prioritas yang cepat dan terukur. Dengan fokus pada langkah-langkah ini, Bupati Bojonegoro 2025 dapat membangun fondasi yang kuat dan menghindari potensi kegagalan di tahun pertamanya. (ari)

