Surabaya, MercuryFM – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Kick Off Kampanye Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS) TBC di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (9/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional eliminasi Tuberkulosis (TBC) menuju Indonesia Bebas TBC 2030.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK menyampaikan bahwa kampanye TOSS TBC menjadi momentum untuk menggugah kesadaran masyarakat agar aktif melakukan deteksi dini dan pengobatan hingga tuntas.
“TBC ini justru lebih berisiko mematikan dibanding Covid-19. Ada empat kematian per jam akibat TBC di Indonesia. Padahal kalau diobati teratur, dua minggu saja sudah tidak menular lagi,” ujarnya.
Menurutnya, kunci utama dalam penanganan TBC adalah kedisiplinan pasien untuk menjalani pengobatan hingga tuntas selama 6 bulan. Ia menegaskan, pendampingan dan dukungan sosial bagi pasien menjadi faktor penting untuk mencegah kasus resisten obat (TBC RO).
Wagub Emil Dardak: Hilangkan Stigma, Ajak Masyarakat Aktif Skrining Mandiri
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya menghapus stigma terhadap pasien TBC. Ia bahkan secara simbolik melepas masker salah satu penyintas TBC yang telah dinyatakan sembuh untuk menunjukkan bahwa pasien TBC yang sudah menjalani pengobatan tidak menular lagi.
“Kita ingin masyarakat tidak lagi takut dengan TBC. Justru kalau diabaikan dan enggan berobat, angka kematiannya bisa lebih tinggi dari Covid,” tegas Emil.
Emil juga memperkenalkan aplikasi e-TB, platform skrining mandiri yang bisa diakses masyarakat untuk mendeteksi risiko TBC secara digital. “Lewat aplikasi ini, masyarakat cukup isi identitas dan menjawab pertanyaan untuk mengetahui kemungkinan terpapar. Kalau ada indikasi, langsung periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan peningkatan capaian penemuan kasus dari 63 persen menjadi 90 persen agar eliminasi TBC bisa tercapai pada tahun 2030.
Kadinkes Jatim: Kolaborasi 38 Kabupaten/Kota untuk Penemuan dan Pengobatan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Erwin Asta Triyono, menjelaskan bahwa kampanye TOSS TBC dilakukan serentak di 38 kabupaten/kota, di mana 22 daerah melaksanakan pada hari ini, sedangkan sisanya menyesuaikan jadwal.
“Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan, tapi gerakan kolaboratif. Kami bekerja bersama Bappeda, Dinsos, organisasi masyarakat seperti Muslimat, Aisyiyah, dan mitra TBC lainnya,” terangnya.
Ia menambahkan, keberhasilan penanganan TBC tidak diukur dari penurunan kasus semata, melainkan dari meningkatnya penemuan kasus yang diikuti pengobatan tuntas.
“Kalau ada kabupaten/kota yang kasusnya naik, jangan disalahartikan negatif. Justru mereka berhasil menemukan lebih banyak kasus, artinya kinerjanya bagus,” ujar dr. Erwin.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh obat TBC di fasilitas kesehatan pemerintah gratis dan tersedia lengkap, baik di puskesmas maupun rumah sakit.
Dorong Gaya Hidup Sehat dan Eliminasi 2030
Melalui kampanye ini, pemerintah ingin menanamkan kesadaran bahwa pengobatan TBC bukan hal berat.
“Cukup luangkan lima menit tiap hari untuk minum obat. Sisanya, 23 jam 55 menit milik Anda. Jadi jangan takut menjalani pengobatan,” pesan dr. Erwin.
Kegiatan kampanye TOSS TBC di CFD Tunjungan berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan edukasi, senam sehat, dan interaksi langsung bersama penyintas TBC. Acara ini juga menjadi simbol komitmen Jawa Timur dalam mendukung Quick Wins Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat eliminasi TBC di seluruh Indonesia. (lam)

