HUT ke- 80 Provinsi Jatim, Gubernur Khofifah: Perjalanan panjang penuh sejarah, perjuangan, sekaligus kemajuan

Surabaya, MercuryFM – Delapan puluh tahun Provinsi Jawa Timur menjadi perjalanan panjang penuh sejarah, perjuangan, sekaligus kemajuan. Delapan dekade ini bukan sekadar rentang waktu, melainkan cerminan dari daya tahan, kerja keras, dan kreativitas masyarakat Jawa Timur.

“Jawa Timur tumbuh menjadi provinsi yang tangguh dan maju, dengan masyarakat yang semakin sejahtera, berdaya saing, dan berkarakter” ujar Gubernur Khofifah dalam sambutan di depan anggota DPRD Jatim dan undangan yang hadir di ruang Paripurna DPRD Jatim, dalam Rapat Paripurna Instimewa DPRD Jatim, peringatan HUT ke- 80 Provinsi Jatim, Minggu (12/10/24).

Dalam rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono, di dampingi Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf dan wakil Ketua lainnya, Hidayat, Blegur Prijanggono dan Sri Wahyuni, Gubernur Khofifah mengatakan Hari Jadi ke-80 ini, bukan sekadar perayaan, tetapi juga dimaknai sebagai panggilan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha dunia industri, akademisi, tokoh agama, budayawan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat.

Sebab, hanya dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, Jawa Timur lanjutnya mampu menjaga ketangguhannya hingga usia yang ke-80, dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan ke depan.

Menurut Gubernur Khofifah, tema Hari Jadi ke- 80 Provinsi Jawa Timur “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh” sejalan dengan Nawa Bhakti Satya salah satunya JATIM BISA yakni Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif.

Berdaya menurut Khofifah berarti memiliki kekuatan, kemandirian, dan kepercayaan diri untuk memaksimalkan potensi yang kita miliki. Inklusif mengandung makna bahwa pembangunan harus dinikmati oleh semua kalangan, tanpa ada yang tertinggal atau no one left behind.

“Sinergis menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sebagai kekuatan bersama. Di dukung dengan Adaptif menjadi kunci untuk terus belajar, berinovasi, dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, tanpa kehilangan jati diri,” jelasnya.

Gubernur Khofifah juga menjelaskan Pada Triwulan II Tahun 2025 ekonomi Jawa Timur tumbuh positif sebesar 5,23% (year on year) lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,12%. Secara
quarter-to-quarter tumbuh impresif sebesar 3,09%, merupakan yang tertinggi se-Pulau Jawa.

Pertumbuhan ekonomi ini kata Khofifah ditopang berbagai sektor strategis, termasuk yang paling krusial yakni realisasi investasi. Dimana Pada Tahun 2024, realisasi investasi di Jawa Timur mencatatkan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir yakni sebesar Rp147,3 triliun.

“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan meningkat dalam beberapa tahun terakhir berhasil menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan” ucapnya.

“Per Maret 2025, angka kemiskinan di Jawa Timur berhasil ditekan hingga 9,5%, menurun dari Maret 2024. Tak hanya itu, kemiskinan ekstrem juga berhasil kita tekan drastis yaitu dari 4,40% di tahun 2020 menjadi hanya 0,66% per Maret 2024,” lanjutnya.

Jawa Timur dijelaskan Khofifah saat ini juga terus meneguhkan peran strategisnya sebagai salah satu pusat pendidikan dan inovasi terkemuka di Indonesia. Dengan lebih dari 700 perguruan tinggi, mulai dari universitas, politeknik, hingga pesantren modern, Jawa Timur membangun ekosistem pendidikan yang dinamis dan kolaboratif.

Sebagai Center of Excellence, Jawa Timur berkomitmen melahirkan generasi muda yang berdaya saing global, berakar pada nilai-nilai luhur bangsa, namun adaptif terhadap perubahan zaman.

“Salah satu langkah konkret adalah menghadirkan pendidikan berkualitas berstandar
internasional melalui kerja sama dengan universitasuniversitas kelas dunia,” ungkapnya.

“Bahkan Pemerintah Jawa Timur juga telah menjadi provinsi dengan Sekolah Rakyat (SR) terbanyak di Indonesia. Saat ini tercatat sebanyak 26 SR telah beroperasi, dengan jumlah siswa mencapai 2.450,” lanjutnya lagi.

Data ini kata Khofifah bukanlah sekadar angka, melainkan cerminan dari kecepatan aksi dan kesiapan birokrasi yang terintegrasi untuk mengeliminasi ketimpangan sosial dan pendidikan.

“Capaian-capaian ini sejalan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur yang sejak tahun 2020 telah masuk kategori tinggi. Ini adalah bukti bahwa Jawa Timur serius mempersiapkan kualitas manusia. Kita memastikan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan sekadar impian, melainkan sebuah kenyataan yang layak dan bisa kita wujudkan bersama,” jelasnya.
.
Dengan semangat “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh”, mari kata Khofifah, kita jadikan momentum ini sebagai pijakan untuk terus melangkah menatap masa depan yang lebih inklusif, sejahtera, unggul, berakhlak, dan berkelanjutan.

‘Tangguh Nyawiji, Tumuwuh Mulyo’ Bersatu dalam ketangguhan, bertumbuh menuju kemuliaan,” pungkasnya.

Dalam Rapat Paripurna Istimewa peringatan HUT ke- 80 Pemprov Jatim ini, juga dihadiri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan dihadiri pimpinan Forkompimda Jatim. Serta dalam kesempatan ini juga mendatangkan mantan Menkopolkam Prof. Mahfud MD yang memberikan orasi kebangsaan di HUT ke-80 Provinsi Jatim.

Paripurna Istimewa peringati HUT ke- 80 Provinsi Jatim ini juga diisi dengan perjalanan Provinsi Jatim dari waktu ke waktu mulai dari Gubernur Suryo sampai Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Menggunakan tekhnologi AI, membuat video perjalanan dari waktu ke waktu Provinsi Jatim ini begitu hidup. (ari)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist