Harga Cabai di Surabaya masih stabil, Pemkot: Pasokan aman

Surabaya, MercuryFM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan harga cabai di pasar tradisional masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan Tingkat Konsumen (HAPK). Meski ada tren kenaikan dalam beberapa pekan terakhir, pasokan bahan pokok tetap aman berkat langkah strategis yang dilakukan bersama lintas lembaga.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengungkapkan hasil pantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di lima pasar tradisional menunjukkan adanya fluktuasi harga cabai. Namun, harga masih dalam batas wajar.

“Hasil pantauan TPID memang menunjukkan adanya tren kenaikan, tetapi harga cabai merah besar, cabai keriting, maupun cabai rawit merah masih berada di bawah HAPK,” jelas Vykka, Jumat (19/09/2025).

Berdasarkan data TPID, harga cabai merah besar sempat Rp39.200 per kilogram pada 4 Agustus 2025, turun menjadi Rp27.600 pada 3 September 2025, lalu naik ke Rp34.760 pada 17 September 2025. Cabai merah keriting dengan HAPK Rp37.000–Rp55.000, sempat menyentuh Rp24.900 pada 1 September 2025 sebelum naik ke Rp40.450 pada 17 September 2025. Sedangkan cabai rawit merah, sempat Rp26.800 pada 3 September 2025 dan naik ke Rp34.700 pada 17 September 2025.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkot Surabaya rutin menggelar Pasar Murah di 31 kecamatan setiap Selasa hingga Kamis, serta melaksanakan operasi pasar beras SPHP dan Minyakita. Selain itu, ada kios TPID di sejumlah pasar yang menyediakan informasi harga dan stok bahan pokok secara real time.

“Kami juga mengimbau pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan. Pengawasan dilakukan bersama TPID, Satgas Pangan Polrestabes Surabaya, Satgas Pangan Polres Tanjung Perak, serta BPOM,” tambah Vykka.

Langkah lain ditempuh melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) setiap bulan dan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) dengan sentra produksi cabai, seperti Kediri, Malang, Bojonegoro, Probolinggo, Nganjuk, hingga Mojokerto dan Sidoarjo.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menyampaikan bahwa pemkot juga menggerakkan warga untuk menanam cabai dan bawang merah.

“Gerakan menanam ini menjadi strategi untuk mengurangi kebutuhan rumah tangga di pasar, sekaligus menjaga ketersediaan saat harga naik,” ujar Antiek.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Surabaya optimistis harga cabai dan bahan pokok lain tetap terkendali, sekaligus memastikan pasokan bagi masyarakat tetap aman. (Lam) 

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist