Demo solidaritas Ojol di depan Grahadi Surabaya berakhir ricuh: Motor dibakar dan gas air mata dilepaskan

Surabaya, MercuryFM – Aksi demonstrasi solidaritas yang digelar ribuan massa dari masyarakat sipil dan pengemudi ojek online (ojol) di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/8/2025), berakhir ricuh. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojol yang meninggal setelah tertabrak kendaraan taktis Baracuda di Jakarta sehari sebelumnya.

Kronologi Aksi

Massa aksi mulai berkumpul sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Gubernur Suryo. Sebagian besar mengenakan pakaian hitam dan jaket ojol sebagai simbol solidaritas. Awalnya, aksi berlangsung dengan orasi damai dan penyampaian aspirasi mengenai dugaan tindakan represif aparat.

Namun sekitar pukul 14.41 WIB, situasi mulai memanas ketika massa mencoba merangsek masuk ke area dalam Grahadi dengan mendobrak pagar. Dorong-mendorong dengan aparat keamanan tidak terhindarkan. Ketegangan berlanjut hingga massa melempari gedung Grahadi dengan batu dan bongkahan semen.

Aparat Lakukan Tindakan Tegas

Aparat kepolisian yang berjaga merespons dengan menyemprotkan air menggunakan water cannon. Kerusuhan semakin meluas ketika massa membakar sejumlah sepeda motor yang terparkir di halaman Grahadi dan dua unit motor di Jalan Gubernur Suryo. Asap hitam pekat sempat membubung di sekitar lokasi.

Situasi yang semakin tidak kondusif membuat kepolisian menambah kekuatan dengan menghadirkan pasukan Brimob dan TNI. Tembakan gas air mata dilepaskan berulang kali untuk memukul mundur massa hingga ke kawasan Jalan Yos Sudarso, Jalan Sedap Malam, dan Jalan Pemuda.

Korban dan Kerusakan

Kericuhan ini menimbulkan korban luka, termasuk beberapa jurnalis yang terkena dampak gas air mata. Mereka mengaku mengalami sesak napas dan iritasi mata. Tim medis yang disiagakan terlihat sibuk memberikan pertolongan di sekitar lokasi.

Selain itu, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Rambu lalu lintas, pagar, serta keramik pedestrian di sekitar Grahadi tampak rusak akibat lemparan dan aksi massa. Hingga pukul 18.30 WIB, aparat kepolisian masih melakukan penyisiran dan membubarkan massa yang bertahan di sejumlah titik.

Pernyataan dan Tindak Lanjut

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban maupun kerugian akibat kericuhan tersebut. Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengendalikan situasi serta melakukan penyelidikan terhadap oknum provokator yang memicu aksi anarkis.

Sementara Presidium Frontal, salah satu elemen dalam aksi ini, menyerukan agar massa ojol menggeser aksi damai ke depan Mapolda Jatim guna menghindari bentrokan lanjutan. (lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist