Harga naik, inflasi Jatim ikut naik 0,22%

 

Surabaya, MercuryFM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur keluarkan Press Release Berita Resmi Statistik yang diselenggarakan di ruang Vicon BPS Jatim, serta ditayangkan online di kanal YouTube BPS Jatim, Jumat (01/08/25).

Press Release BRS kali ini menyampaikan beberapa topik, diantaranya, Perkembangan Indeks Harga Konsumsi (Inflasi) bulan Juli 2025, Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Juli 2025, Perkembangan Ekspor dan Impor bulan Juli 2025 serta Perkembangan Pariwisata Jawa Timur bulan Juni 2025.

Yang menjadi perhatian adalah Inflasi, dimana terjadi peningkatan dibanding bulan bulan sebelumnya. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Zulkipli, selaku Kepala BPS Jatim saat video conference.

Zulkipli mengatakan, bahwa inflasi di Jawa Timur pada bulan Juli 2025 mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen dibandingkan dengan bulan Juni. Kenaikan ini dipicu oleh beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, meskipun ada juga beberapa yang mengalami penurunan.

“Yang tinggi itu ada pada komoditas Makanan, Minuman dan Tembakau,” terang Zulkipli.

Selain komoditas makanan, lanjutnya, komoditas pendidikan juga terlihat mengalami kenaikan sebesar 1,19 persen, lalu disusul komoditas makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,41 persen dan di urutan ketiga ada Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 0,23 persen.

“Inflasi kalender mencapai 1,54 persen sampai dengan bulan Juni, sedangkan inflasi tahunan sebesar 2,21 persen,” tambahnya.

Meskipun mengalami kenaikan di berbagai sektor, Zulkipli menyebutkan, Jawa Timur masih dalam kondisi yang stabil dalam perkembangan harga nya dibanding dengan inflasi secara nasional.

“Ini menunjukkan bahwa Jawa Timur berada dalam kondisi yang sangat aman dalam perkembangan harga, mengingat pemerintah menyebutkan inflasi nasional berada di 2,51 persen,” jelasnya.

Dari 11 kota IHK (Index Harga Konsumen) di Jawa Timur, semua kota mengalami inflasi. Zulkipli menjelaskan, Kota Sumenep memiliki inflasi tertinggi sebesar 0,46 persen, sedangkan kota Tulungagung memiliki inflasi terendah sebesar 0,11 persen.

“11 kota itu tertinggi ada di Sumenep, lalu ada Jember 0,34 persen, Gresik 0,30 persen, Banyuwangi 0,29 persen, dan yang paling rendah Tulungagung 0,11 persen,” pungkasnya.(lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist