Surabaya, MercuryFM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim mencatat, persentase penduduk miskin di Jawa Timur pada Maret 2025 sebesar 9,50 persen. Besaran angka tersebut menurun 0,06 persen poin, terhadap September 2024.
“Jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 sebesar 3,876 juta orang, menurun 17,94 ribu orang terhadap September 2024,” ujar Zulkipli Kepala BPS Provinsi Jatim.
Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur tersebut diantaranya disumbang dari perkotaan. Persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2024 sebesar 6,83 persen, meningkat menjadi 7,00 persen pada Maret 2025.
“Sementara persentase penduduk miskin pedesaan pada September 2024 sebesar 13,19 persen, turun menjadi 12,86 persen pada Maret 2025,” imbuh Zulkipli.
Zulkipli menjelaskan dibandingkan September 2024, jumlah penduduk miskin Maret 2025 perkotaan meningkat sebanyak 52,1 ribu orang. Atau dari 1,589 juta orang pada September 2024 menjadi 1,641 juta orang pada Maret 2025.
“Sementara itu, pada periode yang
sama jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 70 ribu orang. Atau dari 2,305 juta orang pada September 2024 menjadi 2,235 juta orang pada Maret 2025,” terangnya.
Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode September 2024–Maret 2025 antara lain adalah:
1. Pada Februari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,03% (y-on-y). Sementara itu, dari September 2024-Februari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,29% yang tergambarkan dari Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2025 (105,9) terhadap IHK September 2024 (106,21).
2. Ekonomi Jawa Timur tumbuh positif sebesar 5,00 persen pada Triwulan 1-2025 (y-on-y)
3. Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,12 persen pada Triwulan 1-2025 (y-on-y).
4. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2025 sebesar 3,61%. Turun sebesar 0,13 poin persen dibandingkan TPT Februari 2024 yang sebesar 3,74%.
5. Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2025 sebesar 110,90, turun sebesar 0,71 persen
dibandingkan NTP September 2024. (lam)

