Surabaya, MercuryFM – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyatakan bahwa Surabaya menempati posisi pertama sebagai kota yang menjadi tujuan utama perjalanan wisatawan nusantara (winus) ketika berkunjung ke Jawa Timur.
Kepala BPS Jatim Zulkipli mengatakan, data BPS Jatim mencatat pada Bulan April 2025 tercatat sebanyak 2,35 juta. Kalau dihitung sepanjang Januari hingga April 2025 sebanyak 8,71 juta perjalanan.
Sementara itu kota yang menjadi tujuan utama perjalanan wisatawan berikutnya disepanjang Januari sampai April 2025 yaitu Sidoarjo sebanyak 5,16 juta perjalanan, lalu Malang dengan 4,92 perjalanan, disusul Kota Malang dengan 3,72 perjalanan. Berurutan setelahnya yaitu Pasuruan, Kediri, Gresik, Jember, Mojokerto, Kota Batu.
Namun untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Surabaya masih dibawah Gresik, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kediri, Kota Malang, Kota Madiun dan Sidoarjo. TPK hotel berbintang di Surabaya sebesar 54,35%. Sedangkan hotel non hotel berbintang sebesar 27,18%.
Zulkipli kembali mengatakan, secara akumulatif jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Timur di Bulan April 2025 sebanyak 25.277.235 perjalanan.
“Mengalami kenaikan sebesar 53,54%, dibandingkan bulan Maret 2025,” jelasnya.
Sedangkan perjalanan wisatawan manca negara ke Jawa Timur tercatat sebanyak 24.800 kunjungan. Atau mengalami kenaikan sebesar 58,50% dibandingkan Maret 2025.
Lebih lanjut Zulkipli mengatakan untuk THK hotel bintang di Bulan April 2025 49,81%.
“Mengalami kenaikan sebesar 16,71 point dibandingkan bulan Maret 2025,” pungkasnya. (lam)
Surabaya, MercuryFM – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyatakan bahwa Surabaya menempati posisi pertama sebagai kota yang menjadi tujuan utama perjalanan wisatawan nusantara (winus) ketika berkunjung ke Jawa Timur.
Kepala BPS Jatim Zulkipli mengatakan, data BPS Jatim mencatat pada Bulan April 2025 tercatat sebanyak 2,35 juta. Kalau dihitung sepanjang Januari hingga April 2025 sebanyak 8,71 juta perjalanan.
Sementara itu kota yang menjadi tujuan utama perjalanan wisatawan berikutnya disepanjang Januari sampai April 2025 yaitu Sidoarjo sebanyak 5,16 juta perjalanan, lalu Malang dengan 4,92 perjalanan, disusul Kota Malang dengan 3,72 perjalanan. Berurutan setelahnya yaitu Pasuruan, Kediri, Gresik, Jember, Mojokerto, Kota Batu.
Namun untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Surabaya masih dibawah Gresik, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kediri, Kota Malang, Kota Madiun dan Sidoarjo. TPK hotel berbintang di Surabaya sebesar 54,35%. Sedangkan hotel non hotel berbintang sebesar 27,18%.
Zulkipli kembali mengatakan, secara akumulatif jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Timur di Bulan April 2025 sebanyak 25.277.235 perjalanan.
“Mengalami kenaikan sebesar 53,54%, dibandingkan bulan Maret 2025,” jelasnya.
Sedangkan perjalanan wisatawan manca negara ke Jawa Timur tercatat sebanyak 24.800 kunjungan. Atau mengalami kenaikan sebesar 58,50% dibandingkan Maret 2025.
Lebih lanjut Zulkipli mengatakan untuk THK hotel bintang di Bulan April 2025 49,81%.
“Mengalami kenaikan sebesar 16,71 point dibandingkan bulan Maret 2025,” pungkasnya. (lam)

