Surabaya, MercuryFM – Bertepatan dengan perayaan Idul Adha, Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Imam Syafi’i, menemukan siswa SMP yang terancam tidak bisa melanjutkan ke SMA Negeri, sebab sekolahnya SMP tidak memberikan Surat Keterangan Lulus (SKL), karena ada tunggakan SPP.
“Saya tidak bisa daftar ke SMA Negeri. Pihak sekolah tidak mau kasih SKL (Surat Keterangan Lulus) untuk mendapat PIN daftar ke sekolah negeri. Karena masih punya tunggakan,” ujar Satria siswa kelas 9 SMP swasta di Surabaya dengan wajah muram.
Padahal anak pertama dari 3 bersaudara ini punya tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.
“Kami belum mampu bayar uang kegiatan dan SPP tiga bulan anak kami. Total semuanya Rp 1,5 juta,” sambung ibu Satria yang jual gorengan di kampung Dinoyo, Tegalsari. Sedangkan Bapak Satria yang duduk di sebelahnya hanya tertunduk. Dia tidak bekerja setelah di PHK dari tempatnya bekerja.
Imam Syafi’i menyayangkan, masih saja ada lembaga pendidikan yang memberi sanksi tidak mendidik kepada siswanya.
“Kebijakan sekolah tidak memberikan SKL sama sekali tidak bijaksana. Yang sering saya temui adalah ijazah tidak diberikan kepada siswa jika masih ada tunggakan setelah kelulusan. Itu pun urusannya nanti. Bukan saat ini ketika siswa hendak mendaftar ke sekolah negeri agar bisa melanjutkan pendidikannya yang tidak mahal,” tegasnya.
Legislator dari Partai Nasdem ini menjelaskan, Satria berpeluang besar bisa diterima SMA/SMK negeri karena nilai rata-rata di sekolahnya di atas 9.
“Kepada mereka bertiga, saya berjanji secepatnya mengkomunikasikan dengan pihak sekolah dan Kadiknas Surabaya. Sambil saya ihtiarkan, tolong dibantu berdoa agar dimudahkan urusan ini,” pungkasnya. (lam)

