Agar sekolah swasta tak mati suri, Legislator PAN Surabaya usul Sekolah Rakyat ajak kerjasama

Surabaya, MercuryFM – Legislator DPRD Surabaya dari PAN, Zuhrotul Mar’ah mendukung kesiapan Pemkot Surabaya, untuk melaksanakan Sekolah Rakyat yang dimodifikasi mulai tahun ajaran 2024/2025.

Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat, untuk akses pendidikan gratis terutama bagi siswa tidak mampu

Anggota Komisi D DPRD Surabaya tersebut menjelaskan, jika pendidikan merupakan salah satu pintu masuk untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Namun kalau harus menyiapkan lahan minimal seluas 5 hektar untuk membangun Sekolah Rakyat susah ya, karena jarang ada tanah seluas 5 hektar di Surabaya. Bahkan hampir tidak mungkin,” jelasnya pada Kamis (19/03/2025).

Zuhro mengusulkan, Sekolah Rakyat yang diselenggarakan di Surabaya nantinya dimodifikasi lewat kerjasama dengan sekolah swasta.

“Sehingga bisa dimodifikasi dengan dititipkan disekolah swasta yang dekat dengan rumah mereka (murid). Tapi tetap nantinya diberikan pembinaan oleh pemkot disuatu tempat tersendiri,” jelasnya.

Menurut Zuhro, lewat kerjasama ini dia berharap sekolah swasta yang tidak beruntung atau kekurangan murid tidak mati suri.

“Ketika semua murid itu digratiskan dengan membuat sekolah sendiri, saya khawatir akan membuat sekolah swasta itu mati suri kalau tidak diajak kerjasama. Kalau mati suri tentunya akan membuat kehilangan pekerjaan para tenaga pendidik di sekolah swasta. Yang harus kita pikirkan ini sekolah swasta yang kurang beruntung,” terangnya.

Sedangkan pembinaan tersendiri oleh Pemkot Surabaya terhadap siswa Sekolah Rakyat, menurut Zuhro bisa dilakukan pada Sabtu atau Minggu.

“Bisa dilakukan di Sekolah Bibit Unggul milik pemkot Surabaya, atau gedung-gedung lain milik Pemkot Surabaya. Materi yang diberikan seperti soal kebangsaan, pendidikan karakter dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Pemkot Surabaya memastikan kesiapan pembukaan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026. Meski mengadopsi konsep dari pemerintah pusat, Pemkot Surabaya akan melakukan sejumlah modifikasi agar program ini lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa tujuan utama program ini tetap memberikan akses pendidikan gratis bagi seluruh siswa, terutama dari keluarga kurang mampu.

“Di Surabaya, ada program Sekolah Bibit Unggul. Program ini mirip dengan Sekolah Rakyat, namun fokus pada pendidikan anak-anak dari keluarga miskin hingga mereka lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Anna Fajriatin mengatakan, pihaknya siap menjalankan Sekolah Rakyat sesuai arahan pemerintah pusat.

“Namun, kami akan melakukan beberapa modifikasi sebagaimana petunjuk dari Bapak Wali Kota agar lebih sesuai dengan kondisi di Surabaya,” ujar Anna.

Anna menambahkan bahwa salah satu modifikasi yang akan diterapkan adalah penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam kurikulum.

“Kami sudah berdiskusi dengan Menteri Sosial terkait teknis pelaksanaan Sekolah Rakyat ini. Salah satu aspek yang akan diperkuat adalah penguatan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila,” pungkasnya. (Lam)

Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement

Visual Radio

Add New Playlist