Surabaya, MercuryFM – Rekrutmen calon direktur PDTS KBS (Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya) diulang, menyusul penolakan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Eri Cahyadi mengatakan, para calon Dirut PDTS KBS tidak punya visi misi yang jelas alias ngglambyar.
“Ketika menjadi dirut seharusnya mereka mengatakan di tahun pertama akan menaikkan pendapatan sekian. Saya akan membuat pengunjung menjadi sekian. Saya akan menampilkan sekian. Itu tidak ada semua. Jadi bahasanya itu ngglambyar,” ujarnya.
Lebih lanjut Wali Kota Surabaya yang akan menjabat 2 periode tersebut menjelaskan, para calon Dirut PDTS KBS tidak ada ada yang berani ditahun pertama akan menjadikan KBS seperti ini dan itu. Tahun kedua menjadi Dirut KBS akan seperti ini itu tidak ada.
“Misalnya dikatakan akan menambah permainan. Tapi kemudian akan menambah pendapatan menjadi berapa. Menambah pengunjung menjadi berapa itu tidak ada,” imbuhnya.
“Kemudian dikatakan mau menaikkan pendapatan dengan membuat kios-kios. Tapi tidak tahu pendapatanya dari berapa menjadi berapa. Itu yang mau saya ubah. Karenanya kemarin diulang semuanya,” jelasnya.
Bahkan menurut Eri Cahyadi diantara calon Dirut PDTS KBS tidak bisa menjabarkan proses mitigasi agar satwa tidak mati.
Eri Cahyadi berharap Dirut PDTS KBS nantinya bisa meningkatkan jumlah pengunjung dari sekian menjadi sekian. Kemudian bisa menambah sisi edukasi.
“Jadi ada ukuran yang pasti. Untuk menunjukkan berhasil atau tidak. Seperti kepala dinas kalau tidak ada ukuran pasti kita tidak tahu kontrak kinerjanya berhasil atau tidak. Dan ini juga berlaku terhadap dirut BUMD dan struktural di kota Surabaya maka harus berbasis kinerja yang di janjikan,” tegasnya.
Eri Cahyadi kembali mengatakan, seluruh calon Dirut PDTS KBS yang mengikuti rekrutmen sebelumnya bisa mengulang direkrutment berikutnya.
“Seharusnya Pansel (panitia seleksi) sudah mulai melakukan proses rekrutmen lagi,” imbuhnya.
“Jadi menjadi Dirut itu tidak hanya dilihat kemampuan manajerialnya, melainkan juga janji seperti apa. Dilihat dari visi misinya. Dibandingkan dengan manajerialnya, dia harus berani berjanji untuk menjadi seperti apa,” pungkasnya.(Lam)

