Surabaya, MercuryFM – Prosesi wisuda ke 22 Universitas Maafif Hayim Latif (UMAHA), yang berlangsung di Grand City pada Minggu (08/12/2024) mengandung bawang. Suasana haru terasa saat pasangan Ali Suwito dan Nanik Handayani, berada di atas podium, mewakili wisuda putranya almarhum Alif Yuda Karna mahasiswa teknik komputer.
“Anak saya meninggal dunia diusia 21 tahun. Dia anak kami satu-satunya. Dan sekarang ini sudah 40 harinya,” ujar Ali Suwito usai turun dari podium.
Lebih lanjut Ali Suwito menjelaskan, Alif meninggal karena sakit jantung mendadak. Semua tugas akademiknya selesai, tinggal diwisuda.
Sementara itu Nanik Handayani mengatakan, kalau anaknya aktif di kegiatan kampus dan loyal kepada teman-teman kampusnya.
Rektor UMAHA dr. Hidayatullah mengatakan, jika almarhum Alif menjadi ketua Himpunan Mahasiswa (Hima).
“Almarhum merupakan sosok mahasiswa pintar. Kami turut merasa kehilangan,” imbuhnya.
Jumlah wisuda UMAHA kali ini bertambah banyak. Karenanya membutuhkan tempat yang lebih luas.
“Diantaranya ada 5 mahasiswa asal Thailand yang turut diwisuda. Ini juga untuk pertama kalinya wisuda magister program pendidikan manajemen dan hukum,” ujar Hidayatullah.
Hidayatullah menambahkan, pihaknya juga memberikan bea siswa secara spontan kepada 2 mahasiswa. Antara lain seorang mahasiswa tak mampu namun memiliki prestasi akademik yang bagus. Kemudian istri dari dosen UMAHA yang meninggal dunia.
“Saya berpesan kepada pada wisudawan, bahwa mereka harus punya karakter ditengah persaingan seperti ini. Karakter itu perlu. Baik itu nantinya bekerja di instansi atau menjadi wirausahawan. Pantang menyerah dan selalu optimis. Selalu menjalin silaturahmi dengan dosen dan almamaternya. Jadikan UMAHA sebagai rumah kedua,” pungkasnya.(Lam)

