Bojonegoro, MercuryFM- Langkah Pemerintah yang akan memberikan penigkatan gaji guru, diharapkan juga memberikan hal yang sama untuk perawat. Masih banyak tenaga perawat yang ada termasuk di Jatim yang belum sejahtera.
“Kalau pemerintah yang disampaikan Presiden Prabowo akan kenaikkan gaji guru sebagai bentuk mensejahterakan mereka, maka sudah selayaknya perawat juga harus disejahterakan. Kenaikan gaji dan pendapatan perawat harus juga dilakukan,” ujar Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni usai menghadiri Rapat Koordinasi DPW PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Jawa Timur, Sabtu, (06/12/24).
Menurut Sri Wahyuni, memang perawat yang sudah diangkat ASN dan bekerja di Rumah Sakit milik Pemerintah sudah merasakan kesejahteraan itu. Namun perawat yang ada di desa, masih honorer dan rumah sakit swasta, masih banyak yang belum merasakan kesejahteraannya sebagai seorang perawat.
“Belum lagi ditambah, tenaga perawat lulusan sekolah keperawatan yang sampai saat ini belum bekerja. Data di Jatim saja banyak jumlahnya. Nah ini, nasib mereka juga harus diperhatikan oleh pemerintah,” ucapnya.
Karenanya kata politisi perempuan Partai Demokrat ini meminta agar Pemerintah Pusat bersama Pemprov dan Pemkot, lakukan perekrutan untuk tenaga perawat.
Dengan jumlah desa di Jatim yang mencapai 7.721 desa lanjutnya. Maka program satu desa satu perawat bisa dilakukan. Dengan begitu akan mengurangi jumlah pengangguran tenaga perawat dan bisa untuk memberikan kesejahteraan bagi perawat di Jawa Timur.
“Sekarang ini lagi gencar disuarakan oleh PPNI agar program satu desa satu perawat direalisasikan. Pada saat presiden Jokowi sudah disampaikan pihak PPNI ketika menggelar pertemuan di Jakarta,” jelasnya.
“Sekarang ini di era presiden Prabowo Subianto, saya berharap dan mendorong pemerintah untuk program satu desa satu perawat ini bisa direalisasikan. Khususnya di Jatim,” lanjutnya mempertegas. (ari)

